5 Mukzizat Alqur'an

Ustadz Abdul Somad LC,MA

 

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

 

QS Ad Dukhan Ayat 3

إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ فِي لَيۡلَةٖ مُّبَٰرَكَةٍۚ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ  ٣

3.  sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.

“Inna anjalnahu filalilatim mubarokah” Kami turunkan Alqur’an itu dalam malam yang penuh berkah. Tidak disebut malam kapan tanggal dan bulannya . Qur’an itu turunnya pada malam hari ,pada malam yang penuh berkah.

Ayat yang lain , QS Al Qadr Ayat 1

إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ فِي لَيۡلَةِ ٱلۡقَدۡرِ  ١  

1.  Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.

“Inna anjalnahu filailatil qodr” Kami turunkan Alqur’an itu pada malam qodr ,malam yang penuh kemuliaan .

 Qur’an disebut dalam dua sifat pertama disebut “Lailatul mubarokah” kemudian yang kedua “Lailatul qodr” . Dalam satu tahun ada 360 malam (tahun Hijriyah), malam yang mana turunnya Alqur’an itu ?  maka jawabannya “ Syahru romadhonalladi unjila  fihil  Qur’an” Turunnya dalam bulan Ramadhan , maka tereliminasi 11 bulan yang lainnya . Malam Romadhon itu ada 29 malam , kadang digenapkan menjadi 30 malam . Malam yang mana ? tidak secara detail disebut dalam Alqur’an maupun Al Hadisy, maka para Ulama berijtihad .

Didalam kitab Tafsir Abul fida Ismail Ibnu Kasir : Ada pendapat turunnya Alqur’an itu pada malam pertama Bulan Ramadhon , ada pendapat turunnya Alqur’an itu pada malam ketiga Bulan Romadhon , ada pendapat pada malam kelima , ada pendapat pada malam ketujuh , banyak juga berpendapat pada malam lainnya di Bulan Romadhon. Lalu mengapa umumnya di negara Asia tenggara (Malasyia,Brunai ,Fatani Thailan selatan, Moro Philipina) rata-rata memperingati Malam Nujulul Qur’an adalah pada malam tanggal 17 Romadhon , karena berpegang pada salah satu pendapat Mazhab Imam Syafi’i , tetapi  ada didalam Kitab lain tanggal 21 Ramadhan ,contoh di Mesir Nujulul Qur’an diperingati tanggal 27 Ramadhan , kita boleh mengambil salah satu rujukan (Ijtihad para Ulama) untuk dijadikan pegangan.

Mukzijat diambil dari tiga huruf “Ain” ع   “Jim” ج  “Jay” ز  jadi kalimat  “Ajija” عَجِزَ    artinya lemah , Mukzijat artinya melemahkan. Jadi semua makhluk berhadapan dengan Mukzijat    maka lemahlah ia.

Berapa banyak Mukzijat didalam Alqur’an kita tidak bisa hitungnya , sebagaimana tercantum didalam  Qur’an  Surat Kahfi   Ayat  109   

قُل لَّوۡ كَانَ ٱلۡبَحۡرُ مِدَادٗا لِّكَلِمَٰتِ رَبِّي لَنَفِدَ ٱلۡبَحۡرُ قَبۡلَ أَن تَنفَدَ كَلِمَٰتُ رَبِّي وَلَوۡ جِئۡنَا بِمِثۡلِهِۦ مَدَدٗا  ١٠٩

109.  Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)".

Kita akan membahas sebagian Mukzijat dalam Alqur’an

  1. Mukzijat dalam cara turunnya Alqur’an

Qur’an turun dari Langit ke Bumi kita ini tidak seperti buku yang yang melayang-layang dari langit . Turunnya adalah suara yang didengar Malaikat Jibril , lalu Malaikat Jibri membacakannya kepada Nabi Muhammad SAW , kemudia Nabi SAW membacakan kepada para Sahabat . Kemudian Sahabat membacakan kepada Tabiin , lalu Tabiin membacakan kepada Tabiit Tabiin dan akhirnya sampai ke guru ngaji kita dan sampailah didengar oleh kita saat ini .

Nabi bertahanus tiga kali , Pertama pada umur 38 Tahun , naik beliau ke Jabal Nur ,malam naik siangnya turun terus berurang kali ,tapi tidak terjadi apa-apa. Kedua pada Umur 39 Tahun beliau naik lagi ke Jabalnur tapi tidak terjadi apa-apa.

Ketiga pada Umur 40 Tahun beliau naik lagi ke Jabalnur , barulah ada Mahluk yang memeluk dia (Malaikat Jibril) , sampai Nabi SAW payah untuk bernafas, terasa sesak dadanya , lalu kata Malaikat Jibril  “Iqro” Bacalah , jawab Nabi SAW “Maana biqori” Aku tak pandai membaca , kemudia Malaikat Jibril mengulangnya “Iqro” Bacalah  ,jawab Nabi SAW “Maana biqori” Aku tidak pandai membaca , kemudian Malaikat Jibril membacakan Surat Al Alaq

ٱقۡرَأۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلَّذِي خَلَقَ  ١ خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ مِنۡ عَلَقٍ  ٢ ٱقۡرَأۡ وَرَبُّكَ ٱلۡأَكۡرَمُ  ٣ ٱلَّذِي عَلَّمَ بِٱلۡقَلَمِ  ٤ عَلَّمَ ٱلۡإِنسَٰنَ مَا لَمۡ يَعۡلَمۡ  ٥ كَلَّآ إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَيَطۡغَىٰٓ  ٦ أَن رَّءَاهُ ٱسۡتَغۡنَىٰٓ  ٧ إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ ٱلرُّجۡعَىٰٓ  ٨ أَرَءَيۡتَ ٱلَّذِي يَنۡهَىٰ  ٩ عَبۡدًا إِذَا صَلَّىٰٓ  ١٠ أَرَءَيۡتَ إِن كَانَ عَلَى ٱلۡهُدَىٰٓ  ١١ أَوۡ أَمَرَ بِٱلتَّقۡوَىٰٓ  ١٢ أَرَءَيۡتَ إِن كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰٓ  ١٣ أَلَمۡ يَعۡلَم بِأَنَّ ٱللَّهَ يَرَىٰ  ١٤ كَلَّا لَئِن لَّمۡ يَنتَهِ لَنَسۡفَعَۢا بِٱلنَّاصِيَةِ  ١٥ نَاصِيَةٖ كَٰذِبَةٍ خَاطِئَةٖ  ١٦ فَلۡيَدۡعُ نَادِيَهُۥ  ١٧ سَنَدۡعُ ٱلزَّبَانِيَةَ  ١٨ كَلَّا لَا تُطِعۡهُ وَٱسۡجُدۡۤ وَٱقۡتَرِب۩  ١٩

1.  Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,

2.  Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

3.  Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,

4.  Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,

5.  Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

6.  Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,

7.  karena dia melihat dirinya serba cukup.

8.  Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali(mu).

9.  Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang,

10.  seorang hamba ketika mengerjakan shalat,

11.  bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran,

12.  atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?

13.  Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling?

14.  Tidaklah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?

15.  Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya,

16.  (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.

17.  Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya),

18.  kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah,

19.  sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan).

 

Nabi SAW turun dari Jabalnur dengan menggigil kedinginan , begitu datang ke rumah oleh Siti Khadijah diselimutinya untuk menghangatkan Nabi SAW .

Ketika diselimuti Alloh berfiman “Ya Ayyuhah Muddasir” Hai orang yang berselimut “Qum paandir” Bangunlah lalu beri peringatan

QS Al Muddassir

يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمُدَّثِّرُ  ١ قُمۡ فَأَنذِرۡ  ٢ وَرَبَّكَ فَكَبِّرۡ  ٣ وَثِيَابَكَ فَطَهِّرۡ  ٤ وَٱلرُّجۡزَ فَٱهۡجُرۡ  ٥ وَلَا تَمۡنُن تَسۡتَكۡثِرُ  ٦

1.  Hai orang yang berkemul (berselimut),

2.  bangunlah, lalu berilah peringatan!

3.  dan Tuhanmu agungkanlah!

4.  dan pakaianmu bersihkanlah,

5.  dan perbuatan dosa tinggalkanlah,

6.  dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.

Kemudian setelah itu turunlagi Ayat Qur’an Ash Suu’ara Ayat 214

وَأَنذِرۡ عَشِيرَتَكَ ٱلۡأَقۡرَبِينَ  ٢١٤

214.  Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat,

 

Nabi SAW pun naik keatas bukit Shafa menghadap kearah Ka’bah dan Nabi SAW membelakangi bukit Jabal Qubais (bukit tertinggi didarah itu) , lalu dikumpulkannya sanak saudaranya . Nabi SAW berkat, seandainya akau katakan , ada pasukan musuh yang akan menyerang kota Makkah , apakah kalian percaya?  Kata orang Makkah “Sodaknaka” Kami percaya. Karena orang Makkah percaya kepada akhlak Nabi dari sejak kecil ,makanya beliau diberi julukan “Al Amiin” Orang yang dapat dipercaya. Kalau kukatakan dibalik Jabal Qubais ada pasukan musuh yang akan membantai dan menyerang kota Makkah apakah kalian percaya ? Kata orang Makkah “Sodak naka” Kami percaya ya Muhammad.

Seandainya aku katakan ,bahwa aku sudah mendapat Wahyu dan aku adalah Nabi yang terakhir apakah kalian percaya ? Mengamuklah Abu Lahab , dia berkata “Adhaba jamaktana” untuk inilah engkau kami kumpulkan  disini “Tabatlaka” Celakalah engkau ya Muhammad. Kemudian Alloh SWT menurunkan Wahyu QS Al Lahab kepada Nabi Muhammad SAW

تَبَّتۡ يَدَآ أَبِي لَهَبٖ وَتَبَّ  ١ مَآ أَغۡنَىٰ عَنۡهُ مَالُهُۥ وَمَا كَسَبَ  ٢ سَيَصۡلَىٰ نَارٗا ذَاتَ لَهَبٖ  ٣ وَٱمۡرَأَتُهُۥ حَمَّالَةَ ٱلۡحَطَبِ  ٤ فِي جِيدِهَا حَبۡلٞ مِّن مَّسَدِۢ  ٥

1.  Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.

2.  Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.

3.  Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.

4.  Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar.

5.  Yang di lehernya ada tali dari sabut.

 

Kenapa Susunan Mushaf Usmani (Qur’an yang dibaca sama kita sekarang) , dimulai Surat Alfatihah dan ditutup dengan Surat Annas sebanyak 114 Surat berbeda dengan tahapan Surat dan Ayat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW ?

Qur’an  dari Lauhil Mahfud turun ke Baitul Izzah 114 Surat , susunan Surat dan Ayatnya sama persis dengan Mushaf Usmani (Qur’an yang dibaca kita) . Dari Baitul Izzah inilah turun kepada Nabi Muhammad SAW selama 22 Tahun 2 bulan 22 hari , sesuai dengan keadaan pada waktu itu , datang orang bertanya tentang anak yatim kepada Nabi SAW , maka turunlah Qur’an surat Albaqoroh Ayat 220

فِي ٱلدُّنۡيَا وَٱلۡأٓخِرَةِۗ وَيَسَۡٔلُونَكَ عَنِ ٱلۡيَتَٰمَىٰۖ قُلۡ إِصۡلَاحٞ لَّهُمۡ خَيۡرٞۖ وَإِن تُخَالِطُوهُمۡ فَإِخۡوَٰنُكُمۡۚ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ ٱلۡمُفۡسِدَ مِنَ ٱلۡمُصۡلِحِۚ وَلَوۡ شَآءَ ٱللَّهُ لَأَعۡنَتَكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٞ  ٢٢٠

220.  tentang dunia dan akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakalah: "Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu; dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. Dan jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

 

Ketika mereka bertanya kepada Nabi SAW tentang Khamar dan Judi , maka Turunlah Qur’an Surat  Albaqoroh Ayat 219

۞يَسَۡٔلُونَكَ عَنِ ٱلۡخَمۡرِ وَٱلۡمَيۡسِرِۖ قُلۡ فِيهِمَآ إِثۡمٞ كَبِيرٞ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ وَإِثۡمُهُمَآ أَكۡبَرُ مِن نَّفۡعِهِمَاۗ وَيَسَۡٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَۖ قُلِ ٱلۡعَفۡوَۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلۡأٓيَٰتِ لَعَلَّكُمۡ تَتَفَكَّرُونَ  ٢١٩

219.  Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: "Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir,

Ketika mereka bertanya tentang darah Haid kepada Nabi SAW , maka turunlah Qur’an Surat Albaqoroh Ayat 222

وَيَسَۡٔلُونَكَ عَنِ ٱلۡمَحِيضِۖ قُلۡ هُوَ أَذٗى فَٱعۡتَزِلُواْ ٱلنِّسَآءَ فِي ٱلۡمَحِيضِ وَلَا تَقۡرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطۡهُرۡنَۖ فَإِذَا تَطَهَّرۡنَ فَأۡتُوهُنَّ مِنۡ حَيۡثُ أَمَرَكُمُ ٱللَّهُۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلۡمُتَطَهِّرِينَ  ٢٢٢

222.  Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu kotoran". Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.

 

Jadi Qur’an turun  dari Lauhil Mahfud ke Baitu Izzah persis sesuai urutan penempatan Surat dan Ayatnya seperti Mushaf Usmani  , dari Baitul Izzah turun ke Dunia diterima Nabi Muhammad SAW  inilah berangsur-angsur , kadang turun Ayatnya dan Surat tidak beraturan seperti Mushaf Usmani , karena Turun Surat dan Ayat itu sesuai dengan kebutuhan masyarakat Islam pada waktu itu.

Saat Nabi SAW menerima Wahyu kemudian disampaikan kepada penulis Wahyu sebanyak 40 orang dari kalangan Sahabat yang disebut dengan panitia  “uttahul wahyi “ team pencatat Wahyu : diantaranya Saidina Abu Bakar ,Umar ,Usma, Ali ,Muawiyah dst , setelah Qur’an turun lengkap selama 22 Tahun 2 bulan 22 hari ,disusunlah urutan lembaran susunam Surat dan Ayatnya sebagimana Kitab Qur’an yang dibaca kita sekarang dan mushapnya sudah tertanam dihafalan para Sahabat. Dan Nabi membacakannya kepada Malaikat Jibril dengan menghatamkan Alqura’an sebanyak 2 kali hatam pada bulan Ramadhan terakhir sebelum beliau wafat. Pada waktu itu belum ada Mushap dalam bentuk kitab kertas .

Ketika Nabi Muhammad SAW wafat , maka ditunjuklah Khalifah Abubakar untuk menjadi pemimpin Ummat Islam , pada saat itu ada yang mengaku Nabi yaitu Musyailamah Al Kadab (Nabi paslu Musyailamah sang pendusta) ,maka diutuslah sebanyak 70 penghafal Qur’an menjadi pejuang kaum muslimin untuk menumpas Nabi palsu Musyailamah . Maka diperangilah Nabi palsu tersebut , dan dibuhlah oleh orang yang berkulit hitam namanya Wahsyi , beliau berkata aku dulu sebelum masuk Islam pernah membunuh orang yang paling baik yaitu Saidina Hamzah RA , sekarang aku telah membayarnya dengan membunuh Nabi palsu.

Dalam Kekhalifahan Abubakar RA , banyak pemberontakan dan penyelewengan akidah Islam , maka diperangilah oleh para pejuang Islam , dalam perjuangannya wafatlah dengan sahid  70 penghafal Alqur’an , maka melaporlah Umar RA kepadaKalifah Abubakar RA. Beliau berkata aku kawatir dengan banyaknya penghafal Qur’an yang wafat karena Sahid di peperangan , bacaan Qur’an takut hilang juga karena tidak ada Mushaf yang di bukukan (ditulis) , tetapi jawaban Kalifah Abubakar : Aku tidak mau membukukan Alqur’an karena pada jaman Nabi juga tidak pernah menyurus untuk dibukukan , membuat yang tidak disuruh oleh Nabi SAW adalah Bid’ah . Akhirnya Abubakar RA diajak dialog oleh Umar RA maka luluhlah hatinya Abubakar RA  untuk membuat Mushaf Alqur’an demi melestarikan untuk generasi yang akan datang. Ditunjuklah Ubay bin Ka’ab sebagai ketua team untuk menyusun dan menulis Mushaf Alqur’an, awalnya Ubay juga menolak karena tidak pernah dicontohkan oleh Nabi SAW , kemudian terjadilah dialog Abubakar RA, Umar RA dan Ubay bin Ka’ab , akhirnya Ubay bin Ka’ab menyetujuinya membuat Mushaf Qur’an dan ditunjuklah untuk sekretarisnya yaitu Zaid ibnu Tsabit RA. Akhirnya dikumpulkanlah catatn Qur’an yang ada di pelepah kurma, catatan dilempengan batu , catatan dikulit binatang maka terkumpullah satu Mushaf induk  Alqur’an. Kalau dilihat dari sejarahnya , Alqur’an pada awalnya dihafal oleh para Sahabat kemudian dibuat Mushaf pada jaman Kalifah Abubakar RA.

 

  1. Alqur’an Mukzijat ketika dia diddengar

Setelah diteliti ternyata Janin diperut ibu yang mengandung mendengar Qur’an Surat Al Insan Ayat 1-2

هَلۡ أَتَىٰ عَلَى ٱلۡإِنسَٰنِ حِينٞ مِّنَ ٱلدَّهۡرِ لَمۡ يَكُن شَيۡٔٗا مَّذۡكُورًا  ١

1.  Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?

إِنَّا خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ مِن نُّطۡفَةٍ أَمۡشَاجٖ نَّبۡتَلِيهِ فَجَعَلۡنَٰهُ سَمِيعَۢا بَصِيرًا  ٢

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.

 

Alqur’an Mukzijat pendengaran  Qur’an Surat  Al A’raf Ayat 204

وَإِذَا قُرِئَ ٱلۡقُرۡءَانُ فَٱسۡتَمِعُواْ لَهُۥ وَأَنصِتُواْ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ  ٢٠٤

204.  Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.

 

  1. Mukzizat membaca Alqur’an

Cara membaca Alqur’an itu berbeda dengan membaca teks book atau kitab/buku yang lain. Bagi orang yang membaca Alqur’an dengan benar dan khusu akan dilapangkan hatinya , dan akan dimudahkan segala urusan .

  1. Mukzijat Alqur’an dalam dalam kandungan dan isinya

Mengisarahkan penciptaan Alam semesta yang sesuai dengan Teori Bigbang menurut Teknologi termutakhir.

 

QS Al Anbiya Ayat 30

أَوَ لَمۡ يَرَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَنَّ أَنَّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ كَانَتَا رَتۡقٗا فَفَتَقۡنَٰهُمَاۖ وَجَعَلۡنَا مِنَ ٱلۡمَآءِ كُلَّ شَيۡءٍ حَيٍّۚ أَفَلَا يُؤۡمِنُونَ  ٣٠

30.  Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?

 

QS Albaqoroh Ayat 164

إِنَّ فِي خَلۡقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱخۡتِلَٰفِ ٱلَّيۡلِ وَٱلنَّهَارِ وَٱلۡفُلۡكِ ٱلَّتِي تَجۡرِي فِي ٱلۡبَحۡرِ بِمَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ وَمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن مَّآءٖ فَأَحۡيَا بِهِ ٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٖ وَتَصۡرِيفِ ٱلرِّيَٰحِ وَٱلسَّحَابِ ٱلۡمُسَخَّرِ بَيۡنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَعۡقِلُونَ  ١٦٤

164.  Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

 

Qur’an Surat Algofir Ayat 57

لَخَلۡقُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ أَكۡبَرُ مِنۡ خَلۡقِ ٱلنَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ  ٥٧

57.  Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

 

Qur’an Surat Fusilat  Ayat 11

ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰٓ إِلَى ٱلسَّمَآءِ وَهِيَ دُخَانٞ فَقَالَ لَهَا وَلِلۡأَرۡضِ ٱئۡتِيَا طَوۡعًا أَوۡ كَرۡهٗا قَالَتَآ أَتَيۡنَا طَآئِعِينَ  ١١

11.  Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati".

 

Menceritakan tentang peredaran planet-planet yang mengelilingi Matahari pada garis edarnya , sedangkan Matahari berputar pada porosnya , hal ini sejalan dengan Ilmu pengetahuan Modern

Qur’an Surat Yasin Ayat 38

وَٱلشَّمۡسُ تَجۡرِي لِمُسۡتَقَرّٖ لَّهَاۚ ذَٰلِكَ تَقۡدِيرُ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡعَلِيمِ  ٣٨

38.  dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

 

Dalam Surat Mariyam diceritakan kisah Mariyam dan Nabi Isa AS , yang tidak ada didalam kitab lain (Injil Perjajian lama atau Perjanjian baru)   

Qur’an Surat Albaqoroh Ayat 87

وَلَقَدۡ ءَاتَيۡنَا مُوسَى ٱلۡكِتَٰبَ وَقَفَّيۡنَا مِنۢ بَعۡدِهِۦ بِٱلرُّسُلِۖ وَءَاتَيۡنَا عِيسَى ٱبۡنَ مَرۡيَمَ ٱلۡبَيِّنَٰتِ وَأَيَّدۡنَٰهُ بِرُوحِ ٱلۡقُدُسِۗ أَفَكُلَّمَا جَآءَكُمۡ رَسُولُۢ بِمَا لَا تَهۡوَىٰٓ أَنفُسُكُمُ ٱسۡتَكۡبَرۡتُمۡ فَفَرِيقٗا كَذَّبۡتُمۡ وَفَرِيقٗا تَقۡتُلُونَ  ٨٧

87.  Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?

 

  1. Alqur’an sebagai Mukzijat pemberi Syafaat di Akhirat  nanti

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اِقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِه

Rajinlah membaca al-Quran, karena dia akan menjadi syafaat bagi penghafalnya di hari kiamat.” [HR. Muslim 1910]

 

Do’a Khatam Qur’an


اللَّهُمَّ ارْحَمْنَا بِالقُرْءَانِ
وَاجْعَلْهُ لَنَا إِمَامًا وَنُورًا وَهُدًا وَرَحْمَةً
اللَّهُمَّ ذَكِّرْنَا مِنْهُ مَا نَسِينَا
وَعَلِّمْنَا مِنْهُ مَا جَهِلْنَا
وَارْزُقْنَا تِلَاوَتَهُ ءَانَآءَ الَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ
وَاجْعَلْهُ لَنَا حُجَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ


Allahummarhamna Bil Quran
Ya Allah Kasih Sayangilah daku dengan asbab Al-Quran.

Waj’alhulanna Imaaman Wa Nuuran Wa Huda Wa Rohmah
Dan jadikanlah Al-Quran sebagai pemimpin, sebagai cahaya,petunjuk
dan rahmat bagiku.

Allahumma Dzikkirna Minhu maa Nasiiha
Ya Allah ingatkanlah aku apa-apa yang aku lupa dalam Al-Quran
yang telah Engkau jelaskan
.

Wa’allimna Minhu maa Jahiilna
Dan ajarilah apa-apa yang aku belum mengetahui

Warzuqna Tilaawatahu Aana Al Laili Wa Aana An Nahaari
Dan karuniailah aku untuk selalu sempat membaca Al-Quran
baik di awaktu malam dan siang hari.

Waj’alhulanna Hujjatan
Dan jadikanlah AlQuran ini sebagai hujjah bagiku