Aku adalah hamba allah sesi 2.

Kaum muslimin dan manusia secara umum tidak akan pernah luput dari perkataan dan perbuatan yang mengandung dosa, sebab tidak ada yang bersifat maksum atau terlindung dari perbuatan salah dan dosa kecuali Malaikat seta para Nabi atau Rasul.
Berbicara tentang taubat maka umat Rasul memiliki keutamaan dibading dengan umat-umat terdahulu, umat terdahulu jika berbuat maksiat atau dosa maka sebagai hukuman atas perbuatannya itu sesuatu yang halal menjadi haram baginya dan secara otomatis tertulis di dinding pintunya kemaksiatan dan bagaimana cara taubatnya sehingga setiap orang dapat melihat aib orang tersebut. Berbeda dengan umatnya Rasulullah SAW banyak perbuatan maksiat mereka yang ditutupi oleh Allah SWT dan cukup bertaubat maka tidak ada yang mengetahui aibnya.

Menyadari adanya sifat salah pada manusia maka Allah SWT menetapkan dalam Agama Islam Syariat bertaubat sebgai sarana penghapus dan penggugur kekuarangn yang dilakukannya. Melihat pentingnya fungsi taubai ini maka tidak mengherankan bila bertaubat itu mejadi satu kewajiban bagi setiap pribadi muslim. Allah SWT mengatakan: “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah SWT dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah SWT tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama Dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan disebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: ‘Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu’”. (QS. At-Tahrim, 8).
Ketika Allah Swt bertanya kepada kita di alam rahim atau alam kandungan. Alastu Birobbikum. Apakah Aku ini Tuhanmu. Spontan kita menjawab. Qooluu Balaa Syahiddna. Benar Engkau adalah Tuhanku dan kami bersaksi. Inilah syarat pertama dan utama untuk kita bisa hidup di alam dunia. Seperti sebuah password atau kata kunci tunggal dan satu-satunya.
Atau juga sebagai ujian dan syarat utama untuk bisa memasuki alam dunia. Sehingga setiap kita memiliki ingatan yang sama. Yaitu ingat bahwa kita adalah hamba Allah Swt. itulah sebagai syarat kita sebagai hamba Allah SWT.