AKU RELA BERQURBAN UNTUK – MU

OLEH : Ustadzah Aini Aryani LC

Bismillahirahmanirrahiim

Tema kita hari ini tentang Aku rela berqurban untuk-MU . Qurban dan korban itu beda maknanya . Korban dalam bahasa indonesia [pengorbanan ] ,qurban dengan bahasa arab itu maknanya dari kata qorba itu artinya dekat .Qurban di dalam fiqih pengertiannya Udhiyah [ kambing yang disembelih pada waktu dhohwah / dhuha ] secara istilah udhiyah atau qurban ini apa yang disembelih dengan niat berqurban karena Allah , pada hari penyembelihan yang syar’i dengan syarat – syarat tertentu. Apa yang disebut hari nahar disini yaitu hari penyembelihan yang syar’i yaitu empat hari  tanggal 10,11,12 dan 13 Djulhijah [ pas hari raya idul adha dan tiga hari tasrik ]. Kalau hewannya disembelih bukan ditanggal tersebut bukan disebut hewan qurban . Sudah menjadi ijma para ulama qurban itu di syariatkan bukan sesuatu yang diada- adakan , sudah ada sejak jaman Nabi Saw . Di dalam surat Al – Kautsar ayat 2 Allah Swt berfirman

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنۡحَرۡ  ٢

2.  Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.

Maksudnya disini sholatlah disini sholat idul adha dan menyembelihlah [ qurban ] .

Kemudian di dalam surat Al – Hajj ayat 36

وَٱلۡبُدۡنَ جَعَلۡنَٰهَا لَكُم مِّن شَعَٰٓئِرِ ٱللَّهِ لَكُمۡ فِيهَا خَيۡرٞۖ فَٱذۡكُرُواْ ٱسۡمَ ٱللَّهِ عَلَيۡهَا صَوَآفَّۖ فَإِذَا وَجَبَتۡ جُنُوبُهَا فَكُلُواْ مِنۡهَا وَأَطۡعِمُواْ ٱلۡقَانِعَ وَٱلۡمُعۡتَرَّۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرۡنَٰهَا لَكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ  ٣٦

36.  Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi'ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.

Kemudian di dalam hadist Nabi Muhammad Saw berqurban itu dengan memotong dua ekor kambing qibas dan beliau menyebut nama Allah ‘’Bismillahi Allahhu Akbar “ kemudian memotong hewan qurban dan berkata ya Allah ini aku memotong hewan qurbanku untuk aku [Muhammad ] dan untuk keluargaku . Kemudian satu ekor lagi untuk umatnya Nabi Muhammad Saw .  

Jadi satu ekor hewan qurban untuk satu keluarga pahalanya mustaraq [ dibagi – bagi keseluruh anggota keluarga ] . Kemudian Ijma para ulama sepakat bahwa qurban itu disyariatkan dalam agama islam , cuman memang hukumnya nanti para ulama beda – beda [ ada yang bilang wajib , ada yang bilang sunah dan lain sebagainya ] . Hukum berqurban itu wajib menurut mahzhab Hanafi ,menurut mahzhab Hanafi kalau ada orang yang mampu berqurban tapi tidak berqurban itu termasuk dosa . Dalilnya di dalam surat Al – Kautsar ayat 2

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنۡحَرۡ  ٢

2.  Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.

Menurut pandangan mahzhab Hanafi perintah berqurban di dalam surat Al – Kautsar ayat 2 ini hukumnya wajib .Mereka menarik kesimpulan perintah itu untuk kewajiban .

Kemudian ada lagi hadist Nabi Saw yang mengatakan “ Barangsiapa yang memiliki kelapangan harta , tapi dia tidak mau menyembelih qurban tidak usah mendekati mesjid

Menurut mahzhab Hambali , mahzhab Maliki , Mahzhab Syafi’i menurut mereka qurban itu pahalanya sangat besar tapi tidak sampai pada derajat wajib , ini sunnah saja .Artinya kalau ada yang mampu berqurban tapi tidak mau berqurban tidak sampai berdosa tetapi termasuk di dalam orang yang pelit yang tidak mau berlomba – lomba dalam kebaikan . Dalilnya salah satu hadist Nabi Saw mengatakan “ Ada tiga macam ibadah yang bagi nabi itu diwajibkan , tapi untuk umatnya sunnah saja yaitu sholat witir , menyembelih qurban dan sholat dhuha “ . Maka dengan ini jumhur ulama mengatakan tidak sampai wajib , sunnah saja atau ada yang mengatakan sunnah mu’akad . Di dalam mahzhab Syafi’i  ada sunnah A’in , Sunnah Kifayah , maksudnya gini Sunnah A’in itu yang melaksanakan hewan qurbannya satu tapi yang kejipratan pahalanya semuanya [ satu keluarga ] .  Keutamaan qurban itu adalah : 1. Perbuatan yang sangat dicintai Allah Swt  maka di dalam satu hadist Rasulullah bersabda “ Tidak ada perbuatan bani adam [ manusia ] yang perbuatannya itu lebih dicintai Allah pada hari nahar [ qurban ] daripada mengalirkan darah [ ihroqudham ] “ . Rukun qurban itu ada dua : 1. Niat .2. Menyembelih hewan yang sudah ditentukan .2.Syariat Allah : menyiarkan syari’at Allah ini termasuk dalam keutamaannya .mensyariatkan qurban artinya kita harus mentransfer kepada para orang yang kita didik . 3. Ibadah yang paling utama di bulan djulhijah itu adalah berqurban setelah haji . Kedudukannya termasuk ibadah yang ta’abudhi yaitu ibadah yang tidak bisa dinalar dengan logika [ di campur adukkan ] .Kenapa Yang boleh digunakan berqurban itu tiga jenis hewan yaitu kambing,sapi.onta . Karena kalau hewan seperti ikan[ tidak sembelih ] ayam disembelih tidak termasuk dalam ibadah mahdhoh. Selanjutnya Ibadah Mahdhoh ini disebutjuga dengan ibadah yang sifatnya badaniah maliyah artinya badaniah itu dilakukan dengan fisik [ menyembelih ] , maliyah [ memiliki keluasan harta ] maka kesunahannya itu bagi orang yang mampu , waktunya ditentukan oleh Allah [ hanya 4 hari  waktunya dari 10 djulhijah waktu dhuha sampai 13 djulhijah sebelum mata hari terbenam . Hewan yang diqurbankan harus dalam keadaan sehat . Hewan yang diqurbankan berkaki empat seperti kambing, domba, sapi,onta , kerbau [ jaman nabi belum tentu ada kerbau jadi secara eksplisit tidak diriwayatkan menyembelih kerbau ] .4 Tidak masuk akal maksudnya ibadah yang tidak bisa dinalar dengan logika , kenapa karena dia setara dengan ibadah – ibadah yang lain yang sama – sama tidak bisa dinalar dengan logika karena sifatnya ta’abudhi  contohnya tayamum . Hikmahnya di dalam qurban , ada beberapa manfaat di dalam qurban ini seperti : 1 . Buat diri dan keluarga bisa makan daging qurban bareng – bareng . 2. Yang jarang makan daging jadi makan daging .3 . Bisa memberi hadiah kepada teman , kerabat , sejawat . 4. Bisa sedekah karena pembagian distribusi hewan itu ada tiga : 1.Dimakan sendiri .2. Disedekahkan . 3 . Dihadiahkan .

1.Dimakan sendiri : boleh , tapi kurang afdol . 2. Disedekahkan diberikan kepada orang – orang yang tidak mampu seperti orang fakir, muslim ,musafir yang kehabisan bekal . 3. Dihadiahkan : memberikan hewan kepada tetangga non muslim yang dia begitu baik kepada kita . Para ulama sepakat hewan qurban yang sepenuhnya harus disedekahkan dan wajib dilakukan yaitu Nazhar . Kemudian hewan qurban yang sepenuhnya disedekahkan yaitu hewan qurban wasiat . Sekarang kita bahas hewannya di dalam surat Al – Hajj ayat 34

وَلِكُلِّ أُمَّةٖ جَعَلۡنَا مَنسَكٗا لِّيَذۡكُرُواْ ٱسۡمَ ٱللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلۡأَنۡعَٰمِۗ فَإِلَٰهُكُمۡ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞ فَلَهُۥٓ أَسۡلِمُواْۗ وَبَشِّرِ ٱلۡمُخۡبِتِينَ  ٣٤

34.  Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah),

2. Usia hewan qurban 2 tahun

3. Tidak cacat : Di dalam hadist Rasulullah menjelaskan secara detail : 1.Ada 4 cacat di dalam hewan itu tidak boleh di qurbankan : 1.Hewan buta dan sangat jelas kebutaannya

2.Kambing yang sakit dan jelas sakitnya

3. Pincang dan tampa jelas kepinjangannya .

4. Sangat Kurus sampai – sampai tidak punya sumsum tulang .

4. Patungan untuk beli hewan qurban : Ada Patungan yang hasilnya sah untuk hewan qur’ban dan ada yang tidak sah .

Hewan Qurban yang sah [ boleh ] patungan : 1.Sapi . 2. Onta . 3 . kerbau

Banyaknya orang yang berqurban 1 ekor sapi yaitu 7 orang ini maksimal artinya kalau kurang dari tujuh orang itu boleh , dan jumlah uang patungannya tidak harus sama tergantung kesepakatan mereka .

Yang tidak boleh berqurban dengan 1 ekor sapi melebihi jumlah maksimal misalnya 8 orang , 9 orang apalagi satu kelas .

Dalam satu hadist Rasulullah bersabda : Pada unta dan sapi setiap  tujuh orang satu hewan .

Yang tidak boleh untuk patungan : Kambing ,domba

Mensyiarkan qurban dalam sedekah

1.Patungan hewan qurban kambing satu kelas  dengan niat qurban diserahkan kepada wali kelasnya yang berqurban adapun anak – anak [muridnya ] mendapatkan pahala sedekah .

2.Patungan untuk hewan qurban dan yang berqurbannya dipilih dengan cara diundi untuk menentukkan siapa yang akan berqurban .

3. Berbagi bersama guru – guru

4. Makan bersama   

Syarat Patungan :

Menurut Mahzhab Hanafi membolehkan satu sapi atau unta itu berbeda niat didalamnya asalkan jenis niatnya itu ibadah . Contoh : ada tiga orang ingin qurban ,tiga orangnya lagi untuk aqiqah , satunya lagi untuk bayar Nazhar .

Menurut mahzhab Hambali dan mahzhab Syafi’i boleh beda niat walaupun ada yang berniat bukan ibadah . Contoh : Dalam satu sapi ada yang untuk ibadah [ taqorup ] ada juga yang untuk makan sendiri , ada juga untuk dijual lagi . boleh dalam mahzhab syafi’i dalam satu hewan .

Menurut Mahzhab Maliki satu ekor sapi atau unta untuk tujuh orang tapi niatnya harus sama .

Alokasinya : Dalam surat Al – Hajj ayat 28

لِّيَشۡهَدُواْ مَنَٰفِعَ لَهُمۡ وَيَذۡكُرُواْ ٱسۡمَ ٱللَّهِ فِيٓ أَيَّامٖ مَّعۡلُومَٰتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلۡأَنۡعَٰمِۖ فَكُلُواْ مِنۡهَا وَأَطۡعِمُواْ ٱلۡبَآئِسَ ٱلۡفَقِيرَ  ٢٨

28.  supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.

Alokasinya sudah kita bahas dimakan sendiri ,disedekahkan dan dihadiahkan .

Hal – hal larangan yang harus  diperhatikan dalam berqurban :

1.Larangan memotong kuku dan rambut

Hadist : Salah satu diantara kalian ingin berqurban , janganlah dia menyentuh rambutnya dan juga kulitnya sedikitpun . Para ulama menafsirkan kata   Sya’rihi dan basya’rihi  itu berbeda – beda , ada yang mengatakan Nya itu maksudnya rambutnya siapa ? kulitnya siapa ? , kukunya si pequrban atau kukunya si hewan qurban . Sebagian ulama mengatakan Hi [ nya ] itu hewan qurbannya . Tapi sebagian ulama mengatakan sya’rihi dan basa’rihi itu orang yang berqurban .

Mahzhab Syafi’i dan mahzhab Maliki mengatakan memotong kuku dan rambut hukumnya makruh , jadi kalau kita tidak memotong kuku dan rambut sebelum berqurban kita dapat pahala dari melakukan sunnah .

Menurut Mahzhab Hanafi mengatakan larangan memotong kuku dan rambut pada yang berqurban ditujukan kepada orang yang sedang berhaji [ berihram ]

Jadi lebih baik kita gunakan Mahzhab Syafi’i yang mengatakan jangan potong kuku dan potong rambut kalau kita sudah berniat untuk berqurban .

2. Tidak boleh menjual organ tubuh hewan qurban

Rasulullah mengatakan : Orang yang menjual kulit hewan qurban tidak ada qurban baginya , sebagian ulama menafsirkan tidak sah qurbannya atau pahala qurbannya tidak sampai ke orang yang qurban .

3.Tidak boleh dijadikan upah tubuh hewan qurban  

Dalam satu hadist yang diriwayatkan oleh imam muslim : Ali bin abi Tholib berkata Rasulullah memerintahkan aku untuk mengurusi unta – unta beliau , kemudian setelah disembelih dan lain sebagainya , aku menyedekahkan daging,kulit ,dan lain sebagainya , aku tidak memberi sesuatupun dari hasil sembelihan kepada tukang jagal , Nabi bersabda kami akan memberi upah pada tukang jagal dari uang kami sendiri .