Amalan-amalan Rasululloh SAW selama di Bulan Ramadlan

Oleh : Ustadz Adi Hidayat Lc MA

 

Tuntunan Rasululloh SAW di bulan Ramadlan

مَّا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ مِنْ أَهْلِ الْقُرَىٰ فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنكُمْۚ وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُواۚ وَاتَّقُوا اللَّهَۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ  (٧) 

7.  Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ  (١٠٣)

103.  Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Kalau Zakat sudah harus dikeluarkan , maka cepat ambil . Kalau orangnya tidak ingat untuk mengeluarkan, maka segera ingatkanlah, kasih kabar dan itu harus segera direalisasikan.

Segala yang dituntun oleh Nabi ,dicontohkan dan tuntunannya kepada kita maka cepat ambil itu (harus dilaksanakan). Dalam rangka Ramadlan Nabi SAW beliau pada malam harinya melakukan amalan apa ? kemudian siangnya melakukan amalam apa? , itu harus diteladani.

 

Amalan Nabi SAW pada Bulan Ramadlan  (Peta Ramadlan)

  1. Ibadah Malam (  اَللَّيْل  )  : Ba’da Isya sampai menjelang Sahar

Ada 3 Ibadah yang dilakukan oleh Nabi SAW , dari awal Ramadlan sampai akhir Ramadlan , tidak pernah beliau tinggalkan  :

 

  1. Sholat Sunnat Tarawih setelah sholat Isya

Kalau kita melihat hadist-hadist Nabi mengenai sholat Tarawih, itu hampir tidak ditemukan dalam hadist . Kita bisa temukan yang merujuk pada sholat Tarawih dengan istilah Kiyam ( قِيَامْ )  didalam Albukhari No. Hadist ke 37 : “Kata Nabi siapa yang melaksanakan Kiyam  (  قِيَامْdimalam Ramadlan , benar dia tunaikan karena Alloh dan dia berburu Mukhasabah karena Alloh , maka Alloh akan memberikan ampunan seluruh dosanya sampai saat itu”

Untuk mengenai waktunya kita cermati istilah Kiyam قِيَامْ )  , Apa pentingnya Istilah Kiyam ini . Didalam Qur’an kata Kiyam itu dibagi pada dua bagian :

  1. Kiyamullail ( اللَّيْلْ  قِيَامُ  )  : Sholat yang ditunaikan waktunya ba’da Isya dengan sunnah Rawatibnya tanpa didahului dengan tidur dulu. 

يَاأَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ  (١) قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا  (٢) نِّصْفَهُ أَوِ انقُصْ مِنْهُ قَلِيلًاۙ  (٣) أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا  (٤) إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا  (٥) إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلًا  (٦) إِنَّ لَكَ فِي النَّهَارِ سَبْحًا طَوِيلًا  (٧) وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلًا  (٨) رَّبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيلًا  (٩) وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَاهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيلًا  (١٠) وَذَرْنِي وَالْمُكَذِّبِينَ أُولِي النَّعْمَةِ وَمَهِّلْهُمْ قَلِيلًاۙ  (١١) إِنَّ لَدَيْنَا أَنكَالًا وَجَحِيمًا  (١٢) وَطَعَامًا ذَا غُصَّةٍ وَعَذَابًا أَلِيمًا  (١٣) يَوْمَ تَرْجُفُ الْأَرْضُ وَالْجِبَالُ وَكَانَتِ الْجِبَالُ كَثِيبًا مَّهِيلًا  (١٤) إِنَّا أَرْسَلْنَا إِلَيْكُمْ رَسُولًا شَاهِدًا عَلَيْكُمْ كَمَا أَرْسَلْنَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ رَسُولًا  (١٥) فَعَصَىٰ فِرْعَوْنُ الرَّسُولَ فَأَخَذْنَاهُ أَخْذًا وَبِيلًا  (١٦) فَكَيْفَ تَتَّقُونَ إِن كَفَرْتُمْ يَوْمًا يَجْعَلُ الْوِلْدَانَ شِيبًا  (١٧) السَّمَاءُ مُنفَطِرٌ بِهِۚ كَانَ وَعْدُهُ مَفْعُولًا  (١٨) إِنَّ هَٰذِهِ تَذْكِرَةٌۖ فَمَن شَاءَ اتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِ سَبِيلًا  (١٩) ۞إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدْنَىٰ مِن ثُلُثَيِ اللَّيْلِ وَنِصْفَهُ وَثُلُثَهُ وَطَائِفَةٌ مِّنَ الَّذِينَ مَعَكَۚ وَاللَّهُ يُقَدِّرُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَۚ عَلِمَ أَن لَّن تُحْصُوهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْۖ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِۚ عَلِمَ أَن سَيَكُونُ مِنكُم مَّرْضَىٰۙ وَآخَرُونَ يَضْرِبُونَ فِي الْأَرْضِ يَبْتَغُونَ مِن فَضْلِ اللَّهِ وَآخَرُونَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِۖ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنْهُۗ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًاۚ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ اللَّهِ هُوَ خَيْرًا وَأَعْظَمَ أَجْرًاۚ وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَۖ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ  (٢٠) 

1.  Hai orang yang berselimut (Muhammad),

2.  bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya),

3.  (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.

4.  atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.

5.  Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat.

6.  Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu') dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.

7.  Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak).

8.  Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan.

9.  (Dialah) Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung.

10.  Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.

11.  Dan biarkanlah Aku (saja) bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu, orang-orang yang mempunyai kemewahan dan beri tangguhlah mereka barang sebentar.

12.  Karena sesungguhnya pada sisi Kami ada belenggu-belenggu yang berat dan neraka yang menyala-nyala.

13.  Dan makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih.

14.  Pada hari bumi dan gunung-gunung bergoncangan, dan menjadilah gunung-gunung itu tumpukan-tumpukan pasir yang berterbangan.

15.  Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kamu (hai orang kafir Mekah) seorang Rasul, yang menjadi saksi terhadapmu, sebagaimana Kami telah mengutus (dahulu) seorang Rasul kepada Fir'aun.

16.  Maka Fir'aun mendurhakai Rasul itu, lalu Kami siksa dia dengan siksaan yang berat.

17.  Maka bagaimanakah kamu akan dapat memelihara dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban.

18.  Langit(pun) menjadi pecah belah pada hari itu. Adalah janji-Nya itu pasti terlaksana.

19.  Sesungguhnya ini adalah suatu peringatan. Maka barangsiapa yang menghendaki niscaya ia menempuh jalan (yang menyampaikannya) kepada Tuhannya.

20.  Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.     (QS Almuzzammil  : 1-20)

 

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا  (٧٩) وَقُل رَّبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَل لِّي مِن لَّدُنكَ سُلْطَانًا نَّصِيرًا  (٨٠) وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُۚ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا  (٨١) 

79.  Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.

80.  Dan katakanlah: "Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.

81.  Dan katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.

(QS Alisra : 79-81)

 

Kalau Nabi SAW mengatakan pada Bulan Ramadlon ini , sholatnya Kiyamullail (  اللَّيْلْ  قِيَامُ  )  maka setelah Sholat Isya anda bisa langsung mengerjakannya Sholat Sunnatnya.

Tapi kalau Nabi SAW mengatakan Tahajjud fi Ramadlon maka haru s tidur malam dulu baru melaksanakan Sholat Sunnat.

  1. Cara melaksanakan Kiyamullail (  اللَّيْلْ  قِيَامُ  )
  • Berapa Jumlah rakaatnya :  Hadist Muslim No. Hadist 749 dari Ibnu Umar RA : “ Kola Rasululloh sallallohu alahi wasallam : Solatul laili masna masna waida hasyia ahadakumul fajro falyukti rokatan wahidah”  Telah bersabda Rasululloh SAW Sholat sunat malam itu 2 rokaat salam ,2 rokaat salam , apabila takut keburu Fajar masuk waktu Sahar maka tambahlah sholat witir 1 rokaat. Kalau menurut Ilmu Hadist Solat sunat malam (Kiyamullail) banyak tampa batasan , dari habis sholat Isya sampai terbit Fajar .
  • Nabi tidak memberikan contoh berapa rakaat jumlah sholat Kiyamullail , maka Abdullah bin Mas’ud dan Hudaipa All Yamani bertanya kepada Siti Aisyah RA : Bagaiman sholatnya Rasululloh SAW ?  . Dalam Kitab Albukhari No Hadist 1147 dan Hadist Muslim No.738 : “ Makana Yajidu fii Ramadlon wala figoirihi ala ihda asrota rak’atan”  Kata Aisyah RA , selama bersama saya Rasulululloh SAW dalam sholat Kiyamnya didalam Romadlon atau diluar Romadlon beliau tidak lebih dari 11 Rokaat . Bagaimana cara menunaikannya ? Kata Siti Aisyah RA : “ Usolli arbaan summa yasholli arbaan summa yusolli salasan”  Rosululloh SAW menunaikan sholat Kiyamullail 4 Rokaat kemudian salam , 4 Rokaat kemudian salam dan 3 Rakaat sholat witir
  • Hadis Muslim No Hadis 764, Kata Ibnu Abbas ketika Rasululloh SAW menginap dirumah Bibinya Maemunah RA : “Kana sholatunnabiyi solallohualaihi wasalam salasa asrota rokatan “ Kami saksikan sholatnya Nabi SAW sebanyak 13 Rokaat . Dan inti sholt dari 13 Rokaat itu adalah 11 rokaat ditambah 2 rokaat sholat Khofipatain (     خَفِيفَتَينْ   )  Sholat yang ringan ,pembukaan sholat (warmingup) , tidak membaca do’a iftitah dan surat hanya membaca patihak tiap rokaatnya. Yang 11 Rakaat ditunaikan dengan 2 rokaat salam , 2 rokaat salam ,2 rokaat salam, 2 rokaat sama , 2 rokaat salam dan 1 rokaat sholat sunat witir.
  • Bukankah Nabi Kiyamullail pernah sholat di Mesjid 3 hari , keterangan Ummar bin Khotob dikuatkan dengan Usman bin Affan dengan sholat 20 Rokaat Tarawih dan 3 Rokaat witir dilaksanakannya 2 rokaat , 2 rokaat yang terakhir witir  sampai saat ini dilakukan di Mekkah.
  • Sahabat lainnya  melaksanakan Kiayamullail 36 Rokaat, seperti saat ini dilakukan di Madinah  bahkan Ubay biin Kaab melaksanakan 40 Rokaat

 

  1. Bagaimana cara memnunaikan Kiyamullail , Sifat Sholat Nabi SAW : Ubay bin Kaab dan Hudaipa All Yamani kepada Siti Aisyah RA  di Sahih Bukhari No. Hadist 1147 dan di Hadis Muslim No. Hadist 738 : “Latas all anhusnihinna waturihinna “ Kamu tidak usah tanya bagusnya dan panjangnya bacaan Nabi SAW , bagaiman Khusunya , Gerakan-gerkannya , Keindahan bacaannya . Kemudian Abdullah bin Masud dan Hudaifa All Yamani mencoba untuk bisa sholat dibelakang Nabi SAW. Saat sholat dibelakang Nabi SAW , Abdullah bin Mas’ud berkata tidak pernah saya satu bacaan yang seindah bacaan Nabi SAW , yang mendengarnya ada ketenangan jiwa dan kalau dibacakan ayat-ayat tentang surga ,pasti ingin segera menjumpainya , jika dibacakan ayat-ayat tentang neraka maka bergetarlah hati kita karena kawatir akan siksanya.

Kalau anda melakukan sesuatu aktifitas tertentu kemudian berdampak pada ketenagan jiwa ada kenyaman dalam Ruh dalam bahasa Arab disebut   “Tarwihah”    تر ويحة    -->      راحة    -->        روح    ,         راحة  (Rehat)   adalah istirahat sejenak supaya tenang , tujuannya memberi kelapangan pada Ruh (Jiwa tenang dan pikiran lapang) , kalau aktifitas tersebut dijalankan dan memperoleh kelapangan dan ketenangan disebut “Tarwihah”,  kalau dijamakan dari “Tarawihah” (  تر ويحة   )  jadi “Tarawih” (  تراويح  )  , Tarawih itu bukan nama sholatnya tapi nama sifat sholatnya , kalau anda ingin meniru Nabi untuk Kiyamullail maka lakukanlah Tarawih (Sholatnya yang tenang , bacaannya yang baik ,yang sholatnya tidak terburu-buru ).

 

  1. Interaksi dengan Alqur’an , membaca Alqur’an

 

Saking ni’matnya sholat Nabi SAW, Kata Siti Aisyah RA , jangan tanya panjangnya pada rokaat pertama Nabi membaca surat dengan bacaan 5 Juz (kurang lebih 600 ayat) . Para Ulama berpendapat memperpanjang bacaan surat dalam Kiyamullail sesuai dengan kadar kemampuan kita

Hadis Qudsi (Hadis yang disampaikan langsung oleh Rasululloh SAW) terdapat dalam Al Bukhari No. Hadist 1793 dalam Muslim No Hadist 1151 dalam Ibnu Majjah No. Hadist 1638 : Kolallohu Azawazalla : Kata Nabi SAW Alloh berfirman di Hadist Qudsi : “ Assiyamu lii waana azjibihi”  Puasa itu tunaikan dengan benar karena Ku kata Alloh , hanya untuk Alloh saja , dan kalau engkau melakukan kebaikan dalam Puasa itu , Aku akan memberikan Pahalanya . Setiap kebaokan didalam Ramadlaon itu , anda akan mendapatkan 10 kali liopat dari hari biasa diluar Romadlon.

Carilah Imam yang baik untuk Sholat Tarawih, yang bacaannya bagus dan bacaan suratnya yang panjang-panjang . Kata Nabi SAW : “Innama Juidal Imam yu’tannabihi”  Imam itu dijadikan untuk diikuti oleh Ma’mum “Faqiroatul iman qiroatul ma’mum” Yang dibacakan Imam , Ma’mum mendapatkan bagian yang dibacakan oleh Imamnya termasuk pahalanya.

 

  1. Memperbanyak Dzikir ,khususnya Do’a dan Istigfar (Ampunan)

 

Nabi bersabda “ Mankoma romadlona imaanan wahtisaban”  Lakukan karena Alloh (karena Iman)  dan berusaha berburu pahala sebanyak-banyaknya dengan cara mengevaluasi dirinya (Mukhasabah) . Yang dicontohkan Nabi SAW setelah anda melaksanakan Tarawih maka ditiap sela sela sholatnya diisi dengan Ihtisab , mencari pahala dengan mengurangi dosa , evaluasilah diri kita (Mukhasabah) , sampai sholat itu berapa banyak dosa yang diperbuat kita. Misalnya pada waktu anda sujud , ingat-ingatlah dosa anda sampai sujud waktu itu dan meohonlah ampunan dari Alloh SWT.

Dalam Romadlon disiang harinya Nabi bersabda dalam Albukhari No Hadist 38  “ Mansoma romadlona imaanan wahtisaban” Siapa yang menunaikan puasa Romadlonnya  diisi dengan iman karena Alloh dan dia berburu untuk evaluasi diri anda maka akan diampuni dosanya sampai saat itu

Dari salah satu riwayat Alhakim : Pernah dikisahkan Malaikat turun dari langit ketika Nabi SAW akan memulai Khutbah dalam mimbarnya , letika Nabi menginjak tangga pertama Malaikat berkata “Roddi maal furojun liman agrokaralloh falamyugfalahu” Kata Malaikat Jibri : Sungguh celaka dan keterlaluan , jauh dari Rahmat Alloh , Jauh dari ampunan , jauh dari kebaikan , orang yang sudah disampaikan kebulan Ramadlon tapi takmampu diampuni dosanya dibulan itu , kata Nabi SAW : Amiin

 

  1. Ibadah Sahar ( اَلسَّحَرْ ) : Waktu singkat menjelang Fajar , 20-30 menit menjelang Fajar

Misalkan Subuhnya 4:36  , maka waktu Sahar ini sekitar jam 4:06 , aktifitas yang dilakukan pada waktu itu adalah “Sahur “ ( Aktifitas Makan , berdo’a , baca Qur’an dll.)  Nabi bersabda  : “Tasahharu fainna fissuhuri barokah” Makanlah kalian diwaktu Sahar , kalau anda bisa melakukan ini kata Nabi SAW , Alloh akan berikan tambahan Keberkahan.

(QS 51 : 15-23)

إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٍ  ١٥ ءَاخِذِينَ مَآ ءَاتَىٰهُمۡ رَبُّهُمۡۚ إِنَّهُمۡ كَانُواْ قَبۡلَ ذَٰلِكَ مُحۡسِنِينَ  ١٦ كَانُواْ قَلِيلٗا مِّنَ ٱلَّيۡلِ مَا يَهۡجَعُونَ  ١٧ وَبِٱلۡأَسۡحَارِ هُمۡ يَسۡتَغۡفِرُونَ  ١٨ وَفِيٓ أَمۡوَٰلِهِمۡ حَقّٞ لِّلسَّآئِلِ وَٱلۡمَحۡرُومِ  ١٩ وَفِي ٱلۡأَرۡضِ ءَايَٰتٞ لِّلۡمُوقِنِينَ  ٢٠ وَفِيٓ أَنفُسِكُمۡۚ أَفَلَا تُبۡصِرُونَ  ٢١ وَفِي ٱلسَّمَآءِ رِزۡقُكُمۡ وَمَا تُوعَدُونَ  ٢٢ فَوَرَبِّ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ إِنَّهُۥ لَحَقّٞ مِّثۡلَ مَآ أَنَّكُمۡ تَنطِقُونَ  ٢٣

15.  Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman (surga) dan mata air-mata air,

16.  sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan.

17.  Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam.

18.  Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.

19.  Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.

20.  Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin.

21.  dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?

22.  Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu.

23.  Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan.

 

(QS Alqiyamah Ayat 22-23)

وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٖ نَّاضِرَةٌ  ٢٢ إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٞ  ٢٣

22.  Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri.

23.  Kepada Tuhannyalah mereka melihat.

Mereka dapat melihat Alloh secara langsung dengan mengamalkan QS 51 Ayat 18 diatas.

Alloh SWT senantiasa mengamati ke langit dunnya di akhir 1/3 malamnya , kemudian berkata kepada hambanya : Hai habaKu siapa yang memohonkan Rahmat akan Aku berikan , yang meminta Aku kabulkan dan bila ada orang yang memohon ampunan kepadaKu , Aku ampuni dosanya seketika itu.

Kata Ibnu Koyyum Ajjaujiyah , jika anda memiliki waktu yang sangat singkat tetapi banyak punya permohonan, maka dahulukan Istigfar diperbanyak, jika Alloh mengampuni dosa anda , Alloh akan mengbulkan keinginan anda sebelum anda memintanya.

 

(QS 3: 31 )

قُلۡ إِن كُنتُمۡ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِي يُحۡبِبۡكُمُ ٱللَّهُ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ  ٣١

31.  Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Jika kita mencintai Alloh maka ikuti Nabi SAW , ikutilah tingkah laku Nabi maka Alloh akan mencintai kita dan menghapus dosa-dosa kita.

Kalau Alloh mencintai hambanya maka yang pertama akan diampuni dosa-dosanya

Kata para Ulama , kalau seseorang sering meminta ampunan kepada Alloh maka semakin dekat dicintai oleh Alloh SWT . Kalau Alloh sudah mencintai hambanya maka anda jarang minta pun , Alloh sudah menyiapkan kebutuhan anda.

 

 

  1. Ibadah Nahar  (  اَلنَّهَر ) : Ibadah siang hari dari Fajar sampai Magrib