Sifat Shalat Subuh  Rasululloh SAW  Bagian - 1

Ustadz Adi Hidayat ,LC ,MA

 

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

 

HR Al Bukhari (No Hadist 71) Kitabul Ilmi  (Kitab tentang aturan adab menuntut ilmu ) : Nabi langsung menyebut : “Man yuridillahi  khoiro “ Siapa yang sudah diinginkan  oleh Alloh berubah menjadi orang baik , memiliki sifat-sifat kebaikan (Alloh yang mengatakan orang itu baik) “Yufaqqihu Fiddin” akan dibimbing dia , ditempatkan untuk mau mempelajari memahami tentang tuntunan agamanya .

Menuntut Ilmu itu bagi orang yang sudah diberikan Nikmatnya , bukan sekedar datang ke tempat Majlis Ilmu tapi memahami apa yang dikaji di Majkis Ilmu tersebut

(QS  9: 122 )

۞وَمَا كَانَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ لِيَنفِرُواْ كَآفَّةٗۚ فَلَوۡلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرۡقَةٖ مِّنۡهُمۡ طَآئِفَةٞ لِّيَتَفَقَّهُواْ فِي ٱلدِّينِ وَلِيُنذِرُواْ قَوۡمَهُمۡ إِذَا رَجَعُوٓاْ إِلَيۡهِمۡ لَعَلَّهُمۡ يَحۡذَرُونَ  ١٢٢

122.  Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.

Fiqih itu , paham mengerti jangan samapai jauh-jauh pergi ke tempat pengajian ingin belajar , tapi setelah keluar dari majelis taklim tidak paham apa yang dipelajari. Karena itu kita harus menuntaskan sampai faham sehingga ketika kita beribadah dengan pemahaman yang sudah melekat didalam diri kita .

Ada isyarat di Qur’an , kebanyakan orang Sholat saja  tidak faham dan tidak mengerti apa yang dibaca dalam sholatnya . Bagaimana bisa khusu dalam sholatnya kalau kita tidak mengerti yang dilakukan .

(QS 33 : 21)

لَّقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِي رَسُولِ ٱللَّهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٞ لِّمَن كَانَ يَرۡجُواْ ٱللَّهَ وَٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأٓخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرٗا  ٢١

21.  Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

Kalimat  أُسۡوَةٌ   “Uswah”  bisa dibaca dengan dua cara , bisa أُسۡوَةٌ   “Uswah”  riwayat Hafs dari Aa’syim     bisa  أِسۡوَةٌ “Iswah”  Riwayat Qolun atau Waros dari Nafi’  . Kalimat ini bisa dibaca dengan “Uswah atau “Iswah” , ingin menunjukkan kepada kita bahwa segala yang melekat pada diri Rasululloh SAW , jangnkan yang tinggi-tinggi yang kecilpun bisa jadi teladan . Bukan cuma Sholatnya Nabi , bukan cuma ibadahnya tapi senyumnya Nabi SAW jadi teladan, cara maknnya Nabi SAW , cara berjalannya Nabi SAW bisa jadi teladan bagi kita.

Bangundari Tidur , amalan Rasululloh SAW : Beliau tidak langsung berdiri , beliau duduk dulu ,kemudian mengusap bekas ngantuknya , kemudian membaca do’a “ Alhamdulillah hilladi ahyana ba’dana amatama wailaihin nusur”  Nusur itu artinya beraktifitas menyebar untuk kembali balik lagi. Misal “Intassarotil jamaah min jamiil ikhsan” Jemaah mesjid Al Ikhsan menyebar beraktifitas sesuai dengan profesinya .Kalimat Intassaro  artinya menyebar untuk balik lagi kesini (Mesjid AlIkhsan). Ketika Nabi mengatakan dalam do’anya “Wailaihinnussur” menggunakan “hi” kepada Alloh , seakan-akan ada kesan orang-orang yang bangun tidurnya akan beraktifitas ,dia sudah berkeyakinan komitmen kepada Alloh (Ya Alloh saya akan menyebar untuk mencari bekal untuk kembali kepada Mu). Karena itu tidak ada seorang muslim bangun dari tidurnya kecuali ,memanfaatkan setiap detiknya untuk menjadi bekal pulang (ibadah). Kemudian Nabi SAW setelah bangun dari tidurnya  membaca sepuluh Ayat terakhir Surat Al Imran, kemudian mencuci kedua telapak tangan , bersiwak, berwudhu kalau punya hadast besar , mandi besar dulu, kemudian menunaikan Tahajjud .

Sunnah setelah Sholat Tahajud : Memperbanyak Do’a , Membaca Alqur’an , Beristigfar sampai Fajar

Imam Syafi’i membagi malam menjadi tiga bagian :

  1. Untuk Tidur (Istirahat)
  2. Untuk Sholat
  3. Untuk Menulis

Sifat Sholat Subuhnya Nabi SAW

  1. Keutamaan Sholat Shubuh

Ada anjuran Isyarat didalam Alqur’an lalu disederhanakan oleh para Ulama : Jika kita ingin menunaikan ibadah tertentu ,maka sebelum dilakukan ibadah itu , keluarkan dulu keutamaannya , rumus ini disebut dengan  وَعْدٌ “Wa’dun”  Keutaman janji fositif dari satu ibadah yang kita kerjakan untuk melahirkan motivasi (supaya kuat motivasinya) . Karena kata Qur’an Tipikal manusia itu sulit melakukan sesuatu ,sekitanya tidak ada manfaat atau keuntungan yang dia dapatkan .

Sebaliknya kalau kita terbersit dalam hati akan melakukan kemaksiatan maka bayangkan ancaman yang muncul dibalik maksiat itu , rumus ini disebut  وَعِيْدٌ “Wa’iid” . Misal ada seseorang ingin berdusta , ketika dia akan berdusta coba dia pelajari dulu ancaman dari Alloh kalau dia berdusta . Kalau mau bergosip (Gibah) maka fikirkan dulu anacaman dari perbuatan tersebut , begitu disebut nama orangnya yang akan digunjingkan langsung ada trasfer Pahala dari kita ke orang tersebut . Kita punya pahala dari Majlis Taklim , kita pulang dari taklim tersebut dan berbuat gibah terhada seseorang dengan menyebut namanya saja maka pahala Taklim tersebut langsung pindah keorang tersebut kalau kemudian disebutkan tentang kejelekan-kejelekannya dirinci , setiap kalimay yang diucapkan akan dibentuk oleh Alloh dalam wujud orang yang bersangkutan dicipta dalam keadaan bangkai ,kalau tidak taubat nanti diakherat bangkai tersebut harus dimakan olehnya, terdapat dalam HR Muslim No hadist 6525 .

Dalam kaitan dengan Sholat Shubuh untuk memotivasi kita ,maka kita keluarkan dulu dari Ayat-ayat Alqur’an , dari Hadist Nabi SAW apa keutamaan Sholat Subuh ini yang kalau kita kerjakan , Alloh berikan Jaminan untuk mendapatinya.

Didalam Alqur’an satu-satunya Sholat yang disebut dua nama , itu adalah Sholat Shubuh.

(QS 17 : 78 )

أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِدُلُوكِ ٱلشَّمۡسِ إِلَىٰ غَسَقِ ٱلَّيۡلِ وَقُرۡءَانَ ٱلۡفَجۡرِۖ إِنَّ قُرۡءَانَ ٱلۡفَجۡرِ كَانَ مَشۡهُودٗا  ٧٨

78.  Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).

Pertama Sholat Shubuh disebut dengan Sholat Fajar  ٱلۡفَجۡرِۖ   

Kalau disebut Fajar , yang dimaksud adalah pancaran-pancaran kebaikan , kalau yang memancarnya fisik (contoh mata air memancar) , disebut Infajar

Dinamakan Sholat Fajar , seakan-akan ada isyarat bahwa dalam sholat ini diwaktu itu ada banyak kebaikan dipancarkan (tapi tidak kelihatan oleh mata) . Karena itu bertakwalah kepada Alloh, ketika Alloh akan memberikan kebaikan ditebarkan diwaktu waktu Fajar.

(QS 2 : 185)

شَهۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِيٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدٗى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٖ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهۡرَ فَلۡيَصُمۡهُۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوۡ عَلَىٰ سَفَرٖ فَعِدَّةٞ مِّنۡ أَيَّامٍ أُخَرَۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلۡيُسۡرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلۡعُسۡرَ وَلِتُكۡمِلُواْ ٱلۡعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ  ١٨٥

185.  (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

Kalau kita hidupnya susah yang salah bukan Alloh ,kita sendiri yang tidak mau mudah.

Kalau anda Sholat Fajar , dan sholatnya itu benar , maka Dunia dan seisinya ditundukkan untuk anda

HR Muslim No Hadist 724

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيرَمِنَ الدُّنْياَ وَماَ فِيْهَا  

“Rokatal Fajri khoirun minaddunya wama fiha”   Dua Rokaat Sholat Fajar yang anda tunaikan itu lebih baik dari Dunia dan seisinya.

Lawan dari فَجَرْ  Fajar adalah  فُجُورْFujur (Pancaran dari keburukan)

(QS 91 : 7-10)

وَنَفۡسٖ وَمَا سَوَّىٰهَا  ٧ فَأَلۡهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقۡوَىٰهَا  ٨ قَدۡ أَفۡلَحَ مَن زَكَّىٰهَا  ٩ وَقَدۡ خَابَ مَن دَسَّىٰهَا  ١٠

7.  dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),

8.  maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.

9.  sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,

10.  dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

Dalam jiwa kita ada potensi cenderung pada kebaikan yang disebut Taqwa , terulang sebanyak 115 kali dalam Alqur’an . Didalam diri kita itu ada pancaran kebaikan ,rendah hati Tawadhu ,itu yang membisikan Malaikat . Kata Malaikat terulang sebanyak 88 kali dalam Alqur’an.

Disaat bersamaan ada pancaran keburukan , misal Sabar lawannya Marah , ada Jujur ada juga Dusta , saat ada Rajin maka ada juga Malas. Didalam hati kita ada juga ada bisikan dari Syetan yang menjauhkan kita dari ketaqwaan . Kata Syetan terulang sebanyak 88 kali dalam Alqur’an . Saat bisikan kejelekan dari Syetan memancar kepada tubuh kita , misalkan marah mengalir kemata menjadi melotot , mengalirnya(pancarannya)  itu disebut Fujur   فُجُورْ

Pancaran Kebaikan apa saja disampaikan Alloh SWT kepada kita .

  1. Sholat Shubuh (Fajar) itu adalah diantara sholat yang langsung disaksikan oleh para Malaikat  siang dan Malaikat malam .

(QS 17 : 78)

أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِدُلُوكِ ٱلشَّمۡسِ إِلَىٰ غَسَقِ ٱلَّيۡلِ وَقُرۡءَانَ ٱلۡفَجۡرِۖ إِنَّ قُرۡءَانَ ٱلۡفَجۡرِ كَانَ مَشۡهُودٗا  ٧٨

78.  Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).

 

Semua Sholat yang Fardhu dari Dzuhur Sampai Isa disebut dengan Sholat , tetapi khusus untuk Shubuh disebut dengan Qur’anul Fajri قُرۡءَانَ ٱلۡفَجۡرِ  artinya bukan hanya gerakannya, bukan hanya sholatnya , setiap bacaannya itu dipersaksikan oleh Malaikat , termasuk Do’a kita dipersaksikan oleh Malaikat.

Dalam Sholat ada Empat keadaan , kalau kita berdo’a dengan cara yang benar , maka tidak akan tertolak do’a nya . Pertama saat berdiri setelah Takbiratul Ikhram  , Dua saat Ruku , Tiga saat Sujud dan ke Empat sesaat sebelum salam.

Keutamaan Salat Fajar itu (HR Bukhari No Hadist 137 dan HR Muslim No Hadist 632) , Nabi SAW menerangkan : “Watajtamiu malaikatul laili wamalaikatu nahar fisholatil fajri “ Dan akan selalu berkumpul  banyak para Malaikat Malam dan para Malikat siang bertemu dan menyaksikan dalam Sholat Fajar

وَتَجْتَمِعُ مَلَاءِكَةُ الْلَيْلِ وَمَلاَءِكَةُالنَّهَـارِفِي صَلاَةِالْفَجْرِ  اَلصْبَحْ

تَجْتَمِعُ  (Ta Muannas)  selalu berkumpul (sekarang dan yang akan datang)

مَلَاءِكَةُ  Banyak Malaikat

   

  1. Sholat Shubuh itu dijamin oleh Nabi SAW melalui Hadist yang disampaikan oleh Imam Muslim (No Hadist 656) : Sholat Shubuh itu bernilai pahala semisal sholat semalam penuh.

“Man sholla isya’a fijamatin” Siapa orang yang melaksanakan Sholat Isya secara  berjamaah “faka annama koomanis laili “ maka seakan-akan dia mendapatkan pahala seperti sholat setengah malam . Kalau misal malam itu ada 12 jam , maka dia dapat pahala 6 jam solat berturut-turut dengan syarat sholat Isanya berjamaah.

Jika anda tidak mampu berlomba dengan orang soleh untuk memperbanyak amal kebaikan ,setidaknya berlombalah  dengan para pendosa untuk banyak beristigfar dan bertobat kepada Alloh SWT.

“Waman sholla subha fijamaatin fakaannama sholla laila kullahu” Siapa yang menunaikan sholat Subuh berjamaah , maka seakan-akan dia mendapatkan Pahala sholat semalam suntuk .

Kalau Ibadah pandangannya itu Iman , kalau Dunia pandangannya itu Ilmu. Sesuatu yang nampak dalam pandangan seketika dibuktikan itu namanya Ilmu, sedangkan sesuatu yang belum tampak tapi diyakini itu Iman namanya. Iman nanti pembuktiannya di akhirat.

Sholat Shubuh dijamin oleh Rasululloh SAW ,sebagai satu amalan yang disebut Nabi SAW langsung mengantarkan ke Syurga dan menjadikan Hijab bagi Neraka.

HR Al Bukhari No Hadist 574 dan HR Muslim No Hadist 635

“Man sholla barrodaini” Siapa yang konsisten melaksanakan sholat saat datangnya dua dingin (waktu shubuh dan waktu Asyar) “Daholal Jannah” Dijamin masuk Syurga .

Shubuh اَلصُّبْحِ  itu dalam bahasa Arab mempunyai dua arti 1. Rencana yang matang yang sudah dipersiapkan , karena itu kalau sudah punya rencana disebut dengan Asbah   اَلصْبَحْ  (sudah punya rencana apa dipagi ini ?) . Sholatnya dinamakan Sholat Shubuh ,seakan-akan memberi pesan kepada kita ,sudah menyiapkan rencana (sudah punya planing) untuk hari ini. Orang Majusi dan orang diluar Islam sebelum ada kegiatan dipagi hari mereka selalu minta kepada Matahari dan kepada benda lainnya sedangkan Ummat Muslim sebelum ada kegiatan dipagi hari minta kepada Alloh SWT yang mencipta Matahari dan benda lainnya dijagat raya ini. 2. Shubuh artinya Gerakan pertama yang dilakukan (awal)

(QS 81 : 18)

وَٱلصُّبۡحِ إِذَا تَنَفَّسَ  ١٨

18.  dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing,

 

Ada pesan disini , orang-orang Islam itu bedanya dengan non muslim begitu bangun dari tidurnya , rencana sudah siap dan akan jadi yang pertama (pionir) yang mengerjakan kebaikan .

Setelah waktu Asyar (pulang kerja) ,maka dia menunaikan sholat Asyar menghadap kepada Alloh ,menyerahkan semua ikhtiarnya .

 

  1. Sholat Shubuh dijamin oleh Alloh SWT dalam kebaikan ,tidak ada yang bisa menghilangkan kebaikan itu dan tidak ada yang bisa meruntuhkannya bahkan tidak ada yang bisa mengelak darinya.

HR Muslim No Hadist 163 : “Man Sholla sholata Subhi fahua fidimmatillah” Siapa yang menunaikan Sholat Shubuh dengan konsisten maka dia dijamin dalam Genggaman Alloh SWT .

“Falayaktuluban nakumullohu mindimmati bi syai’in” Jangan sekali-kali kalian setelah diberikan jaminan oleh Alloh kata Nabi SAW, dan kamu mengbaikannya maka dituntut oleh Alloh .

Kamu kan ingin hidupnya mudah ,nyaman rizki mengalir ,sekarang saya berikan lewat sholat Shubuh , kenapa tidak kamu ambil.

“Fainnahu man lakhubuhu dimmati bisyai’in” Kalau Alloh sudah menuntut nati tentang jaminan yang sudah diberikan  “Yudrikkhu” Maka kita tidak bisa lari dan mengelak , ditemukan dimanapun.

“Summa yakubbuhu ala wajhihi finanari jahannam” Orang yang sudah minta diberikan tapi menolak nanti diabaikan seterusnya dicelupkan wajah dan tubuhnya di Neraka Jahannam.

HR Albukhari No Hadist 657 dan HR Muslim No Hadist 651

Kata Nabi SAW : Kalaulah setiap manusia itu tahu ,keutamaan sholat Isya dan sholat Shubuh tentulah mereka akan mendatanginya dengan merangkak.

 

(QS 2 : 60)

۞وَإِذِ ٱسۡتَسۡقَىٰ مُوسَىٰ لِقَوۡمِهِۦ فَقُلۡنَا ٱضۡرِب بِّعَصَاكَ ٱلۡحَجَرَۖ فَٱنفَجَرَتۡ مِنۡهُ ٱثۡنَتَا عَشۡرَةَ عَيۡنٗاۖ قَدۡ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٖ مَّشۡرَبَهُمۡۖ كُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ مِن رِّزۡقِ ٱللَّهِ وَلَا تَعۡثَوۡاْ فِي ٱلۡأَرۡضِ مُفۡسِدِينَ  ٦٠

60.  Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman: "Pukullah batu itu dengan tongkatmu". Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan.

 

Yang kedua Sholat Shubuh disebut dengan Sholat Shubuh  وَٱلصُّبۡحِ 

(QS 81 : 18)

وَٱلصُّبۡحِ إِذَا تَنَفَّسَ  ١٨

18.  dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing,

   

Diantara Shahabat Nabi SAW dapat menghatamkan Alqur’an dalam  semalam (Tahajud), bisa dilihahat didalam kitab Attibyan karangan Imam An Nawawi . Diantaranya Usman bin Affan , seorang pengusaha ,orang hebat ,mempunyai rekening Inveatasi  di Bank Saudi sampai hari ini ( Sejarahnya dulu ada sumur air yang dipunyai oleh seorang Yahudi, setiap ummat Islam mengambil air dari sumur tersebut harus membayar kepada orang Yahudi. Oleh Usman bin Affan dibeli sumur air tersebut , bahkan kebunnya juga dibeli oleh Usman bin Affan, kemudian dibebaskannya kepada siapapun yang membutuhkan air dari sana tidak usah membayar. Hari ini Kebum tersebut sudah menjadi Hotel di Makkah dan pendapatannya dari Royalti hotel tesebut disimpan di Bank Saudi untuk di shodaqohkan dan dimanfaatkan untuk kemakmuran ummat muslim)

Yang dimaksudkan larangan menghatamkan Qur’an dalam 3 hari didalam HR Abu Daud No Hadist 1390 dari Abdullah bin Ummar RA : Ketika itu Abdullah bin Umar datang kepada Rasululloh SAW , beliau berkata : Ya Rasululloh saya ingin menghatamkan Alqur’an , Jawab Nabi SAW Ya dalam satu Bulan , Abdullah bin Umar berkata Saya masih kuat , Jawab Nabi SAW Ya dalam 10 hari , Abdullah bin Umar berkata lagi Saya sanggup dalam 1 hari , Jawab Nabi SAW ya dalam 3 hari karena engkau tidak akan mampu kalau kurang dari tiga hari .Hadist ini menunjukkan bahwa Rasululloh melihat kemampuan Abdullah bin Umar yang pada waktu itu masih usaianya masih sangat muda (anak-anak).

HR Attirmidzi No Hadist 2910 : “Man koro aharofan min kitabillahi  falahu asru hasanat “ Siapa yang membaca  satu huruf saja dari Kitabullah (Alqur’an) maka akan memperoleh sepuluh kebaikan pahalanya  “walam akul Alif Lam Mim harpun ” saya tidak akan katakan bahwa Alif Lam Mim itu satu huruf “Walakun Alifun harpun Lamun harpun Mimun harpun” Tapi Alif satu huruf Lam satu huruf Mim satu huruf  “Walikulli harpin hasanat “ Tiap hurufnya sepuluh kebaikan . Tapi kalau anda sudah mampu membacanya maka tingkatkan dengan memahami artinya dan mengamalkannya .

(QS 46 : 15)

وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ إِحۡسَٰنًاۖ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ كُرۡهٗا وَوَضَعَتۡهُ كُرۡهٗاۖ وَحَمۡلُهُۥ وَفِصَٰلُهُۥ ثَلَٰثُونَ شَهۡرًاۚ حَتَّىٰٓ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُۥ وَبَلَغَ أَرۡبَعِينَ سَنَةٗ قَالَ رَبِّ أَوۡزِعۡنِيٓ أَنۡ أَشۡكُرَ نِعۡمَتَكَ ٱلَّتِيٓ أَنۡعَمۡتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَيَّ وَأَنۡ أَعۡمَلَ صَٰلِحٗا تَرۡضَىٰهُ وَأَصۡلِحۡ لِي فِي ذُرِّيَّتِيٓۖ إِنِّي تُبۡتُ إِلَيۡكَ وَإِنِّي مِنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ  ١٥

15.  Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".