Sifat Shalat Subuh  Rasululloh SAW Bagian 2

 

Ustadz Adi Hidayat ,LC ,MA

 

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

 

Rasululloh SAW ketika bangun tidur , beliau duduk sejenak kemudian membacakan do’a “ Alhamdulillahilladi Ahyana Ba’dana Amatama wailaihinnusur “ , Segala puji bagi Alloh yang telah memberikan yang memberi saya kehidupan lagi , setelah sebelumnya mewafatkan saya sementara . Kalaimat ini menegaskan , ketika anda mengucapkan “Alhamdulillah” dengan kalimat kontek penutupnya “Wailaihinnusur”  , “hi” nya kembali kepada Alloh . Dan segala katifitas yang saya jalani dari kesempatan hidup ini lagi ,saya akan cari bekal untuk Alloh saat kembali nanti . Jadi ketika anda diberikan kesempatan menjalani aktifitas lagi ,ada komitmen kita saat membaca do’a ini , bahwa kami akan lebih baik lagi dalam beraktifitas sehingga mempunyai bekal yang cukup saat pulang .

Nabi itu sebelum tidur , salah satunya adalah mengevaluasi aktifitas-aktifitas yang pernah dilakukan sebelumnya , kemudian beliau beristigfar 100 kali  sebelum tidurnya .

Ada orang –orang yang sudah diingatkan dia tidak mengisinya dengan amal sholeh , orang ini ketika menghadap kepada Alloh , akan datang dengan tertunduk wajahnya.

(QS 32 : 12 )

وَلَوۡ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلۡمُجۡرِمُونَ نَاكِسُواْ رُءُوسِهِمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ رَبَّنَآ أَبۡصَرۡنَا وَسَمِعۡنَا فَٱرۡجِعۡنَا نَعۡمَلۡ صَٰلِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ  ١٢

12.  Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin".

Tidak adaka kalimat  ٱلۡمُجۡرِمْ   (Mujrim) dalam bahasa Arab kecuali kepada para pendosa yang sudah diingatkan tapi masih nekat melakukan dosa itu. Atau orang sudah tahu salah tapi masih dikerjakan, tapi dia sadar bahwa itu salah dan sudah diingatkan.

Kalau Dzolim umumnya dalam bahasa itu adalah sifat menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya , secara bahasa disebut  dzolim. Kalau sengaja keluar dari ketentuan Alloh belum diingatkan itu namanya Fasik (contoh sengaja memutuskan silaturahim)

(QS 32 : 13 )

وَلَوۡ شِئۡنَا لَأٓتَيۡنَا كُلَّ نَفۡسٍ هُدَىٰهَا وَلَٰكِنۡ حَقَّ ٱلۡقَوۡلُ مِنِّي لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ أَجۡمَعِينَ  ١٣

13.  Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk, akan tetapi telah tetaplah perkataan dari pada-Ku: "Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama".

Orang “Mujrim” sudah diingatkan dan dikasih kesempatan tetapi tidak dimanfaatkan , maka orang ini diancam langsung dengan Neraka Jahannam.

Maka betakwalah kepada Alloh ketika anda mengucapkan “ Alhamdulillahilladi Ahyana Ba’dana Amatama wailaihinnusur “ , hari ini mesti lebih bik dari hari kemarin.

Kemudian membuat peta rencana , apa yang mesti lebaih baik ini ? Gambaran terbaik itu ditampilkan pada disepuh Ayat terakhih Surat Al Imran .

QS (3 : 190-200)

إِنَّ فِي خَلۡقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱخۡتِلَٰفِ ٱلَّيۡلِ وَٱلنَّهَارِ لَأٓيَٰتٖ لِّأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ  ١٩٠ ٱلَّذِينَ يَذۡكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمٗا وَقُعُودٗا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمۡ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلۡقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ رَبَّنَا مَا خَلَقۡتَ هَٰذَا بَٰطِلٗا سُبۡحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ  ١٩١ رَبَّنَآ إِنَّكَ مَن تُدۡخِلِ ٱلنَّارَ فَقَدۡ أَخۡزَيۡتَهُۥۖ وَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِنۡ أَنصَارٖ  ١٩٢ رَّبَّنَآ إِنَّنَا سَمِعۡنَا مُنَادِيٗا يُنَادِي لِلۡإِيمَٰنِ أَنۡ ءَامِنُواْ بِرَبِّكُمۡ فََٔامَنَّاۚ رَبَّنَا فَٱغۡفِرۡ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرۡ عَنَّا سَئَِّاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ ٱلۡأَبۡرَارِ  ١٩٣ رَبَّنَا وَءَاتِنَا مَا وَعَدتَّنَا عَلَىٰ رُسُلِكَ وَلَا تُخۡزِنَا يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۖ إِنَّكَ لَا تُخۡلِفُ ٱلۡمِيعَادَ  ١٩٤ فَٱسۡتَجَابَ لَهُمۡ رَبُّهُمۡ أَنِّي لَآ أُضِيعُ عَمَلَ عَٰمِلٖ مِّنكُم مِّن ذَكَرٍ أَوۡ أُنثَىٰۖ بَعۡضُكُم مِّنۢ بَعۡضٖۖ فَٱلَّذِينَ هَاجَرُواْ وَأُخۡرِجُواْ مِن دِيَٰرِهِمۡ وَأُوذُواْ فِي سَبِيلِي وَقَٰتَلُواْ وَقُتِلُواْ لَأُكَفِّرَنَّ عَنۡهُمۡ سَئَِّاتِهِمۡ وَلَأُدۡخِلَنَّهُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ ثَوَابٗا مِّنۡ عِندِ ٱللَّهِۚ وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسۡنُ ٱلثَّوَابِ  ١٩٥ لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فِي ٱلۡبِلَٰدِ  ١٩٦ مَتَٰعٞ قَلِيلٞ ثُمَّ مَأۡوَىٰهُمۡ جَهَنَّمُۖ وَبِئۡسَ ٱلۡمِهَادُ  ١٩٧ لَٰكِنِ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ رَبَّهُمۡ لَهُمۡ جَنَّٰتٞ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا نُزُلٗا مِّنۡ عِندِ ٱللَّهِۗ وَمَا عِندَ ٱللَّهِ خَيۡرٞ لِّلۡأَبۡرَارِ  ١٩٨ وَإِنَّ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ لَمَن يُؤۡمِنُ بِٱللَّهِ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكُمۡ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيۡهِمۡ خَٰشِعِينَ لِلَّهِ لَا يَشۡتَرُونَ بَِٔايَٰتِ ٱللَّهِ ثَمَنٗا قَلِيلًاۚ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ أَجۡرُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡۗ إِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلۡحِسَابِ  ١٩٩ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱصۡبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ  ٢٠٠

190.  Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,

191.  (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

192.  Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.

193.  Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): "Berimanlah kamu kepada Tuhanmu", maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti.

194.  Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji".

195.  Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik".

196.  Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri.

197.  Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.

198.  Akan tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya, bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya sebagai tempat tinggal (anugerah) dari sisi Allah. Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti.

199.  Dan sesungguhnya diantara ahli kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka sedang mereka berendah hati kepada Allah dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya.

200.  Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.

Kemudian ada berwudhu , kalau yang punya Hadas besar maka mandi besar dulu. Setelah itu Sholat Tahjud  , berikan waktu jeda sekitar 15 Menit  sebelum Fajar , waktu tersebut dinamakan waktu ‘Sahar’ سَحَارْ    jamaknya ‘Asharun’     أَسْحَارٌ    

Hadistnya Hadist Qudsi , yang menerima pertama dari Rosululloh itu langsung 31 orang Sahabat senior , saking kuatnya Hadist ini .

(QS 51 : 18)

وَبِٱلۡأَسۡحَارِ هُمۡ يَسۡتَغۡفِرُونَ  ١٨

18.  Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.

Dan diwaktu yang Sahar itu , mereka banyak beristigfar kepada Alloh SWT.

Alloh akan menurunkan Rahmatnya ke langit Dunia di 1/3 malam terakhir (diwaktu Sahar).

Hadist Kudsi  : Hai hamba Ku , siapa yang memohon kepada Ku maka Aku akan berikan ,siapa yang meminta akan Aku kabulkan dan siapa yang beristigfar (memohon ampunan kepada Ku) maka Aku ampuni saat itu juga. 

Rumus Qur’an yang disampaikan Ibnu Jaujiyah ; Jika anda memiliki banyak permintaam sementara waktunya begitu singkat dan padat , maka segeralah ber-Istigfar kepada Alloh SWT. Karena dari Istigfar itu ,mengugurkan dosa-dosa . Kalau dosa sudah hilang , tentunya tinggal kebaikan. Kalau kebaikan sudah muncul , maka akan melahirkan cinta dari Alloh SWT. Kalau orang sudah dicintai oleh Alloh, tidak mintapun dia akan diberi .

(QS 3: 31)

قُلۡ إِن كُنتُمۡ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِي يُحۡبِبۡكُمُ ٱللَّهُ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ  ٣١

31.  Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Aktifitas diwaktu Sahar dinamakan Syahur . Kenapa diwaktu bulan puasa Syahur itu identik dengan makan padahal arti Syahur yang sengguhnya bukan makan tetapi aktifitas diwaktu Sahar, makanya makan Sahur jangan terlalu jauh dari waktu Sahar.

Setelah waktu Sahar maka muncul Fajar , bagaimana keutamaan fajar ini. Pertama kita sudah selesaikan Sholat Subuh atau waktu fajar, diantaranya memancarkan banyak kebaikan disaksikan oleh para Malaikat setiap ibadahnya dan bernilai seperti pahala sholat semalam penuh.

(QS 17 : 78)

أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِدُلُوكِ ٱلشَّمۡسِ إِلَىٰ غَسَقِ ٱلَّيۡلِ وَقُرۡءَانَ ٱلۡفَجۡرِۖ إِنَّ قُرۡءَانَ ٱلۡفَجۡرِ كَانَ مَشۡهُودٗا  ٧٨

78.  Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).

Seluruh Sholat dari Dzuhur sampai dengan Isya itu oleh Qur’an disebut redaksi Sholatnya , tapi khusus untuk Fajar bukan hanya sekedar sholatnya , tapi waktu fajar sendiri memiliki keutamaan yang tidak ditemukan disetiap waktu yang lain.

Ibadah yang dilakukan diwaktu Fajar lebih cepat untuk mengantarkan kita ke Syurga, karena saat anda membaca Qur’an , Malaikat menyimak . Anda lagi berdo’a Malaikat mengaminkan. Anda beristigfar , Malaikat memohonkan Ampuna kepada Alloh untuk kita.

Alloh minta sholat , kita sudah mendapat ketentuan dengan Alloh semenjak kita dalam kandungan rahim Ibunda kita, pada usia 4 bulan.

(QS 7 : 172)

وَإِذۡ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِيٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمۡ ذُرِّيَّتَهُمۡ وَأَشۡهَدَهُمۡ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ أَلَسۡتُ بِرَبِّكُمۡۖ قَالُواْ بَلَىٰ شَهِدۡنَآۚ أَن تَقُولُواْ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنۡ هَٰذَا غَٰفِلِينَ  ١٧٢

172.  Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",

Hadist Nabi SAW , Kitab Al Arbain karangan Imam Annawawi No Hadist yang ke 4 : Dari Abdulloh bin Mas’ud : Dalam usia 4 bulan dalam kandungan,maka ditiupkan rohnya , seketika itu langsung ada perjanjian, komitmen dengan Alloh SWT , “Alastu birobbikum” Apkah anda siap berkomitmen menjalani kehidupan menjadikan Kami sebagai Tuhan , dan Kami akan rawat dan akan diberikan kebutuhannya .akan disembuhkan saat sakit , diberikan petunjuk dalam kehidupan , dimudahkan dalam hidup . Maka dijawab oleh setiap Janin yang melekat Ruh padanya saat itu , “Balaa” Pasti kami ikuti .

Komitmen menjadikan Alloh sebagai Tuhan ,harus dibuktikan dengan menjalankan segala pa yang Alloh perintahkan dan menjauhi larangannya.

Sewaktu lahir dia ke dunia, muncul masa balignya maka Alloh menagih komitmen itu. Sekarang Tunaikan Sholat (QS 2 : 43)

وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرۡكَعُواْ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ  ٤٣

43.  Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'.

Saat orang tersebut melalikan perjanjian dengan Alloh dengan tidak Sholat maka itu dinamakan Fasik.

(QS 2 : 26-28)

۞إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَسۡتَحۡيِۦٓ أَن يَضۡرِبَ مَثَلٗا مَّا بَعُوضَةٗ فَمَا فَوۡقَهَاۚ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ فَيَعۡلَمُونَ أَنَّهُ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّهِمۡۖ وَأَمَّا ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فَيَقُولُونَ مَاذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلٗاۘ يُضِلُّ بِهِۦ كَثِيرٗا وَيَهۡدِي بِهِۦ كَثِيرٗاۚ وَمَا يُضِلُّ بِهِۦٓ إِلَّا ٱلۡفَٰسِقِينَ  ٢٦ ٱلَّذِينَ يَنقُضُونَ عَهۡدَ ٱللَّهِ مِنۢ بَعۡدِ مِيثَٰقِهِۦ وَيَقۡطَعُونَ مَآ أَمَرَ ٱللَّهُ بِهِۦٓ أَن يُوصَلَ وَيُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡخَٰسِرُونَ  ٢٧ كَيۡفَ تَكۡفُرُونَ بِٱللَّهِ وَكُنتُمۡ أَمۡوَٰتٗا فَأَحۡيَٰكُمۡۖ ثُمَّ يُمِيتُكُمۡ ثُمَّ يُحۡيِيكُمۡ ثُمَّ إِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ  ٢٨

26.  Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?". Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,

27.  (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.

28.  Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?

Tapi kalau ada orang yang sudah diingatkan dia salah, diberikan pengetahuan tapi tetap melakukannya , maka limatnya berubah dari Dholim atau dari Fasik menjadi “Mujrim” (orang yang nekat melakukan kesalahan setelah dia diingatkan). Orang yang Mujrim ini setelah diingatkan masih ngotot berbuat sakah maka , setelah melihat dampak kesalahannya di akhirat nanti ,orang-orang datang menghadap dengan mengangkat kepalanya kepada Alloh , tetapi hanya bisa tertunduk, karena paham ada sesuatu yang keliru dalam hidupnya . Saat tertunduk inilah dia mengatakan (QS 32 : 12)

وَلَوۡ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلۡمُجۡرِمُونَ نَاكِسُواْ رُءُوسِهِمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ رَبَّنَآ أَبۡصَرۡنَا وَسَمِعۡنَا فَٱرۡجِعۡنَا نَعۡمَلۡ صَٰلِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ  ١٢

12.  Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin".

Ya Alloh sekarang memang kami menyaksikan , memang kami yang salah , kami siap mendengar , kami keliru , mohon beri kesempatan sekejap saja untuk kembali kebumi , kami kana perbaiki dengan berbuat amal sholeh.

Anda saat di dunia sekarang ini sudah diberikan kesempatan oleh Alloh hari ini , seharusnya selagi diberi kesempatan maka perbaikilah kesalahan hari kemarin ,ada sesuatu yang kurang kita lengkapi, maksiat akan kita tinggalkan karena besok lusa tidak mungkin balik lagi kehari ini.

(QS 32 : 13)

وَلَوۡ شِئۡنَا لَأٓتَيۡنَا كُلَّ نَفۡسٍ هُدَىٰهَا وَلَٰكِنۡ حَقَّ ٱلۡقَوۡلُ مِنِّي لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ أَجۡمَعِينَ  ١٣

13.  Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk, akan tetapi telah tetaplah perkataan dari pada-Ku: "Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama".

 

Sifat Shalat Shubuh Rasululloh SAW

Jika sholat sudah dipanggil untuk ditunaikan , apa kebiasaan Nabi SAW dan dicontohkan kepada kita untuk dikerjakan.

Waktu Sholat tiba ditandai dengan satu kalimat, yang diperdengarkan kepada kita semua yang langsung tutntunannya secara taukifi disampaikan kepada Rasululloh dan diperdengarkan kepada kita yang masih punya pendengaran. Lapadz ini yang memberi peringatan bahwa waktu sholat telah tiba itu disebut dengan Adzan.

Sifat sholat Nabi diawali dengan pertanda menunggu waktu sholat tiba, pertanda waktu masuk sholat fardhu itu adalah ‘Adzan’ أَدَانْ   . Adzan secara etimologi adalah telinga dari kata ‘Udzun’. Kenapa lafadz seruan itu dinamakan Adzan , seakan-akan memberikan isyarat bahwa panggilan sholat ini yang menunjukan waktu sholat tiba ,itu pasti akan didengar oleh orang-orang yang masih punya pendengaran, berarti punya telinga dan masih punya pendengaran. Menurut penelitian satu-satunya lapadz dimuka bumi ini yang terus didengar oleh telinga itu adalah Adzan , 24 jam terus dikumandangkan tidak berhenti dibelahan dunia dengan pergantian waktu yang ditetapkan, jadi bersambung antar daerah (pulau) bahkan antar negara , terus berputar.

Secara fiqih , Adzan itu adalah satu isyarat atau panggilan yang menunjukkan yang menunjukan tibanya waktu sholat.

Sunnah tentang Adzan

  1. Mendengarkan meresapi dan menjawab seruan Adzan.

Hadist dari Abu Sai’d Alhudri : Nabi SAW menyampaikan “Ida sami’tu munnida pakulu misna mayakulul muadzin” Jika anda mendengar ‘Annida’(Panggilan didalam qur’an dan panggilan para Malaikat selalu memakai kata ‘Nida’ ناَدَ )

Panggilan dalam bahasa arab itu ada kalimat “Da’a” دَعَا   atau “Und’u” اُدْعُ   artinya mengajak , sifatnya masih umum (QS 16 : 125)  

ٱدۡعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلۡحِكۡمَةِ وَٱلۡمَوۡعِظَةِ ٱلۡحَسَنَةِۖ وَجَٰدِلۡهُم بِٱلَّتِي هِيَ أَحۡسَنُۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُهۡتَدِينَ  ١٢٥

125.  Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

Kalau panggilan “Nada”  ناَدَ atau   “Yunadi” يُناَ دِي      atau   “Annida”  اَلنِّدَاء   adalah panggilan lembut yang isinya sangat mendalam dan penuh dengan manfaat  . Misal panggilan Sholat Jum’at

QS 6 : 160

مَن جَآءَ بِٱلۡحَسَنَةِ فَلَهُۥ عَشۡرُ أَمۡثَالِهَاۖ وَمَن جَآءَ بِٱلسَّيِّئَةِ فَلَا يُجۡزَىٰٓ إِلَّا مِثۡلَهَا وَهُمۡ لَا يُظۡلَمُونَ  ١٦٠

160.  Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).

 Ketika anda mendengar Muadzin mengucapkan   اَللَّهُ اَكْبَرْ  اَللَّهُ اَكْبَرْ “Allohhuakbar  Allohhuakbar”   kita menjawab dengan kalimat yang sama “Allohhuakbar  Allohhuakbar”         maka kita dapat pahala    sepuluh kali lipat amalnya.

Bagi Muadzinnya dia mendapat kebaikan : pertama dapat kebaikan sepuluh kali lipat amalnya dan mendapat kebaikan sepuluh kali lipat amalnya dari yang menjawabnya.

Dalah Hadist Attirmidzi : Ada bukit yang sudah dipersiapkan khusus bagi para Muadzin ketika hari Hisab tiba . Bukit itu lebih wangi dibanding minyak  Misik Dhakara (minyak wangi yang paling harum dimuka bumi). Dalilnya Hadist Muslim No Hadist 1893 : “Mandalla ala khairin palahu ajruhu misla adri failihi min goiri ayyankuso min adrihi syai “  Siapa yang menunjukkan kepada satu kebaikan , mempasilitasi pada kebaikan dikerjakan oleh orang lain yang mendengarkannya ,mendapatinya maka dia dapat pahala yang sama dengan yang  mengerjakannya tanpa dikurangi sedikitpun.

Ini yang dilakukan Sahabat Ali bi Abithalib : Kalau kita ingin mendapatkan kekhusuan  dalam kalimat-kalimat dilafadkan baik di Qur’an di Hadist ataupun kalimat Nida , maka satu yang penting yang bisa kita lakukan dengan memahami kandungan bacaannya.

QS 9 : 122

۞وَمَا كَانَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ لِيَنفِرُواْ كَآفَّةٗۚ فَلَوۡلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرۡقَةٖ مِّنۡهُمۡ طَآئِفَةٞ لِّيَتَفَقَّهُواْ فِي ٱلدِّينِ وَلِيُنذِرُواْ قَوۡمَهُمۡ إِذَا رَجَعُوٓاْ إِلَيۡهِمۡ لَعَلَّهُمۡ يَحۡذَرُونَ  ١٢٢

122.  Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.

Semua urusan yang terkait dengan Agama , berita Qur’annya itu harus 

 لِّيَتَفَقَّهُواْ فِي ٱلدِّينِ    itu mesti dipelajari dengan Fiqih sampai faham  (“Tafakkuh” berasal dari kata Fiqih arinya Faham, mengerti)    

Ada isyarat didalam Qur’an kalau anda ingin bejar agama , khusu ditunaikannya maka jangan hanya sekedar numpang informasi tapi pastikan pelajarannya sampai anda faham. Misal mau Sholat belajar ilmu sholat , bukan hanya tahu bacaannya saja tapi harus dipahami dibalik bacaan  yang diungkapkan . Sehingga kalau anda faham yang dibaca padawaktu sholat maka akan membantu kekhusuan sholatnya.

Saking banyaknya harta benda yang dianggap besar sampai lupa menjadikan Hak-Hak Alloh yang lain tertinggalkan , maka Kalimat Allohu Akbar mengingatkan : Hai kamu itu akan meninggal , yang lain itu kecil dan tidak akan dibawa pulang . Apa amalmu yang akan dibawa menghadap Alloh ?

  1. Sunnah setelah selesai  Adzan Subuh dikumandangkan

Setelah Adzan Subuh dikumandangkan , maka sunnah yang selanjutnya tidak langsung menunaikan Sholat Shubuh tapi kita prioritaskan dulu satu Sholat yang sangat penting dan jumlahnya hanya dua rokaat. Disebut dalam Hadist adalah dua rakaat Sholat Fajar  .  

Hadist Muslim No Hadist 725 : Nabi menawarkan jika anda menunaikan sholat dua rokaaat fajar sebelum sholat Shubuh sudah disiapkan dan lebih baik dari Dunia dan seisinya   

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيرَمِنَ الدُّنْياَ وَماَ فِيْهَا  

“Rokatal Fajri khoirun minaddunya wama fiha”   Dua Rokaat Sholat Fajar yang anda tunaikan itu lebih baik dari Dunia dan seisinya.

مِنْ  dalam bahasa Arab  itu memiliki dua arti :  Pertama menunjuk makna “Attaba’id”  menunjuk makna sebagian misal  :  Surat QS  Annas Ayat 6

مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ  ٦

6.  dari (golongan) jin dan manusia.

Ada sementara Setan yang wujudnya bisa Jin yang tak nampak oleh kita atau Setan yang berwujud manusia . Disebut Jin jadi Setan , manusia juga jadi setan. Tapi ketika menggunakan kalimat مِنْ   “Min” diawalnya , maka artinya tidak semua Jin itu setan dan tidak semua manusia itu setan.

Ada arti مِنْ   “Min” yang kedua “Bimaknal mukorromah” Perbandingan pada keadaan yang lebih baik misal pada hadist Nabi

 

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيرَمِنَ الدُّنْياَ وَماَ فِيْهَا  

“Rokatal Fajri khoirun minaddunya wama fiha”   Dua Rokaat Sholat Fajar yang anda tunaikan itu lebih baik dari Dunia dan seisinya.

Yang dimaksud dengan Dunia dan seisinya ,bukan sebatas pahala yang sangat banyak tapi Alloh akan memberikan Dunia yang sangat besar kepada kita untuk menundukan dunia dalam pandangan kita.

Jadi bagi orang yang terbiasa melaksanakan Sholat Fajar maka maka sikap hidupnya akan mencari dunia untuk sekedar kebutuhannya saja , orang ini tidak disibukan dengan hidupnya untuk mencari dunia. Nafsu ditekan sikap Taqwanya muncul.

Sholat Sunat Fajar ini disunahkan dilaksakan di rumah bukan dimesjid apabila rumahnya dekat dengan mesjid. Tapi kalau rumah anda jauh dari Mesjid jangan memaksakan dirumah maka Sholat Fajarnya tunaikan di Mesjid.

HR Bukhari No Hadist 1187  : “Ij’adu fibujutikum min sholatikum” Jaikanlah dirumah-rumah anda sebagian dari sholat-sholat yang harus anda tunaikan. Jadi tidak semua sholat kita kerjakan di Mesjid , ada sebagian sholat yang bisa dikerjakan di rumah.

Kata Nabi hidupkan rumah itu : “Wala tattahidhuha kuburo” Jangan sampai jadikan rumah anda sebagai kuburan.

Alam Barjah adalah itu sifatnya , sesuatu yang memisahkan dua hal

QS 55: 20

بَيۡنَهُمَا بَرۡزَخٞ لَّا يَبۡغِيَانِ  ٢٠

20.  antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.

Alam Barjah itu adalah batas pemisah yang tidak kelihatan antara akherat dengan Dunia.

Alam Khobur adalah suatu suasana yang menghadirkan keheningan , tapi bukan keheningan biasa. Keheningan yang melahirkan getaran tersendiri .

Rumah yang tidak pernah digunakan untuk ibadah itu disebut dengan khobur , seakan-akan memberikan pesan bahwa rumah itu hening  sepi dari amalan ,seperti mayit yang sudah tidak bisa beramal lagi .

QS 32 : 11

۞قُلۡ يَتَوَفَّىٰكُم مَّلَكُ ٱلۡمَوۡتِ ٱلَّذِي وُكِّلَ بِكُمۡ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمۡ تُرۡجَعُونَ  ١١

11.  Katakanlah: "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan".

QS 3 : 185

كُلُّ نَفۡسٖ ذَآئِقَةُ ٱلۡمَوۡتِۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوۡنَ أُجُورَكُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۖ فَمَن زُحۡزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدۡخِلَ ٱلۡجَنَّةَ فَقَدۡ فَازَۗ وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلۡغُرُورِ  ١٨٥

185.  Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

Sifat Sholat Shubuh , setelah kita mendengarkan Adzan dan menjawab tiap kalimatnya dan paham maknanya , lalu kita siap-siap melaksanakan sholat sunnah ditunaikan dirumah sekiranya dekat dengan mesjid . Sebelum memulai Sholat Subuh , Nabi SAW selalu berusaha merapihkan shaf dulu ,dengan Nabi SAW sebagai Imam sholat.

Jika anda (para Ayah) dalam kaitan sholat Fardhu terutama sholat shubuh yang kita bahas mendapat kepercayaan amanah sebagi Imam , maka yang pertama sunnah nya tidak langsung memulai sholat tapi memastikan kerafihan barisan (shaff) dulu .

Sifat Shalat Shubuh Rasululloh SAW

  1. Mengatur Shaf sebelum memulai Sholat

Dalil HR Albukhari (719) dan

اَقِيْمُوْ صُفُو فَكُمْ وَتَرَصَوْا فَأِنِّيْ اَرَاَكُمْ مِنْ وَرَأِ ظَهْرِيْ

     Tegakkak Shaff kalian   (barisannya haru tegak lurus berdiri) ,dan rapatkan barisan satu dengan yang lainnya  (ini menunjukkan kepada kita sekalipun tidak menjadi imam ,dan imam belum memberikan isyarat itu , bila makmum menemukan disampingnya atau keadaannya belum tegak dan belum rapat maka usahakan ingatkan untuk dirapatkan) ,  karena saya (Nabi SAW) melihat kalian dibelakang punggung saya (keistimewaan Rasululloh SAW diantara mukzijatnya , sekalipun pandangn beliau melihat kedepan tapi diberikan oleh Alloh penglihatan untuk menyaksikan yang dibelakang) .

  1. Bagaimana cara meluruskan barisan tersebut

Dalil  HR Abu Daud (666) 

اَقِيْمُوا اَلصُّفُوفْ وَحَادُا بَيْنَ الْمَنَاقِبْ وَشُدُّ الْخَلَلْ وَلِيْنُوا بِاَيْدِي إِحْوَانِكُمْ ولا تدروافرحات للشيطان ومن صل صفا وصله الله ومن قطع صفا قطعه الله

Kalimat Kiyam dalam bahasa Arab adalah badan tegak berdiri  yang penuh dengan keseimbangan (posisi kaki sejajar dengan bahu) Shaf nya,  tegaknya anda dan terbukanya kaki kedalam sholat berjamaah itu mesti dipastikan (tanda yang paling jelas terlihat ) adalah bahunya akan saling sejajar (Tumit kaki bagian belakang harus sejajar) jangan sampai ada celah dalam shaff ,tapi serapat-rapatnya anda dalam menunaikan sholat setelah rapat itu jangan sampai menyebabkan , tangan bahu saudaramu susah bergerak .

Dalam Sholat Fardhu ,dia mampu berdiri tetapi duduk dalam Sholatnya dipandang tidak syah.

HR Albukhari (117)

Kata Nabi SAW : Sholatlah anda sambil berdiri

Kecuali dalam sholat sunnah anda boleh duduk walau mampu berdiri

 

HR Muslim (731)

Kata Nabi SAW : Sholat orang yang duduk dalam sholat sunnah adalah setengah dari orang yang sholatnya berdiri.

 

HR Al Bukhari (618)

Kata Nabi SAW : Saat orang sudah akan menunaikan sholat maka datang setan ke celah-celah mengatkan “udkur kada udkur kada” ingat ini ingat itu “Hatta layas urol musolli kamrokatan musolli” sampai-sampai dia akan menggoda hingga orang-orang yang sholat tidak sadar berapa rokaat sedang menunaikan sholatnya.